Konflik PAN di Sumsel Kian Memanas, Lima Ketua dan Caleg Dipecat

partai-pan

PALEMBANG – Kemelut yang terjadi di Partai Amanat Nasional (PAN) di Sumatera Selatan (Sumsel), terus memanas. Pasca dipecatnya lima Ketua DPD PAN di kabupaten/kota di Sumsel, DPP partai berlambang matahari terbit tersebut sudah memasang kuda-kuda kemungkian adanya gugatan yang dilayangkan kader yang dipecat tersebut.

Ketua DPP PAN, Joncik Muhammad menyampaikan, keputusan DPP untuk melakukan pemecatan terhadap kadernya di sejumlah kabupaten/kota di Sumsel merupakan sudah bulat dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Sebab menurut dia, DPP telah memiliki alasan tersendiri dan kesalahan yang dilakukan kadernya tersebut dianggapnya cukup fatal.  “Dalam rapat pemutusan ini langsung dipimpin oleh Ketua Umum (Ketum) DPP PAN, H Hatta Rajasa, pada 11 Agustus lalu. Pemecatan juga dilakukan berdasarkan atas pengajuan dari DPW,” terang Joncik, Rabu (20/8) di Hotel Horison, Palembang.

Menurut Joncik,  pemecatan tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang, Anggaran Dasar (AD) serta Anggaran Rumah Tangga (ART) PAN.  Diterangkan Joncik, ada kesalahan yang bisa dimaafkan namun ada juga yang sulit untuk dimaafkan, yakni administrasi dan loyalitas terhadap partai .

“Tentu tidak ada yang menyangka di Kabupaten Muba, Pilpres bisa kalah telak. Padahal jelas disana, Ketua DPD PAN nya menjabat bupati.  Tetapi tidak bisa berkontribusi besar, padahal di Pileg disana mendapatkan suara tertinggi. Itu tentu menunjukkan rendahnya loyalitas kepada partai itu jelas,” ujarnya.

Belum lagi sambung dia, ketika partai mengundang untuk pertemua jarang sekali datang, serta acuh tak acuh atau lemah dalam melakukan koordinasi terhadap partai. Ia menilai, seharusnya sebagai kader partai, mampuh untuk memenuhi tuntutan yang diembankan oleh partai.  “Contoh lagi untuk daerah lain, awalnya mendapat suara di legislatif tetapi Pilpres lalu nol. Jelas ada yang salah, dalam memimpin partai,” tegasnya.

Lanjut Joncik, pihaknya ssudah sangat siap untuk mempertanggung jawabkan keputusannya jika dikemudian hari ada orang-orang yang tidak terima, dan melakukan gugatan secara hukum. Hal itu dianggap wajar, bahkan di partainya juga diberi ruang untuk menempuh baik melalui internal maupun ekrternal.

“Kalau di internal, mereka bisa mengajukan guagtan ke Majelis Penyelesaian Sengketa (MPS). Atau justru ingin melakukan gugatan ke PTUN, itu hak mereka dan kita siap untuk mempertangung jawabkan.  Toh, keputusan yang dilakukan DPP juga sudah sesuai mekanisme baik di kepartaian maupun UU sekalipun,” ujarnya.

Tunjuk Plt

Joncik juga menerangkan, untuk mengisi kekosongan jabatan ketua di DPD yang ketuanya dipecat maka ditunjuk pelaksana tugas (Plt) ketua. Untuk Palembang, sebelumnya dijabat M Zaini digantikanYudi F Bram,  Kabupaten Muba dari Pahri Azhari diganti M Syarif, Kota Prabumulih dari M Zuher digantikan Arionto, Kabupaten Banyuasin dari Rudi Apriadi digantikan Risdianto, dan untuk Ketua DPD PAN Lubuklinggau dari Sambas digantikan Feri Fitriansyah.

Selain lima ketua DPD tersebut, DPP juga beber Joncik memberhentikan sejumlah kadernya diantaranya Lucianty Pahri, Mardiansyah, Wahidin, Srikandi dan Rustandi. “Mereka yang diberhentikan tersebut, ada yang terpilih di Pileg lalu. Dengan pemberhentian tersebut, otomatis mereka dibekukan. Pergantiannya sudah kita ajukan ke Komisi Pemilihan Umum,” bebernya.

Untuk penggantinya, itu tergantung kebijakan partai. “Memang mekanismenya, berdasarkan nomor urut di DCT. Namun jika dari nomor urut itu tidak memenuhi syarat, tentu partai mengambil alih dan menunjuk caleg di periode yang sama berasal dari derah terdekat dari dapil yang bersangkutan,” ungkapnya.

Terpisah, Hj Lucianty Pahri mengaku belum menerima pemberitahuannya untuk pemecatan dirinya dari PAN, yang sudah sejak lama ikut dibesarkannya. Bahkan ia bersama suaminya, telah membawa PAN unggul di Muba pada Pileg lalu dengan meraih sembilan kursi.

“Sampai sekarang, saya belum diberitahu. Sebagai kader, tentunya kita harus patuh apa yang di gariskan partai. Kalau partai tidak menghendaki, kita dengan ikhlas menerimanya. Untuk pencopotan ini, jangankan terlihat, terpikirpun tidak. Karena dikonfirmasipun tidak,” tukasnya.

 

TEKS          : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *