Dua PNS Dimutasi Karena Selingkuh

Ilustrasi PNS | Dok KS

Ilustrasi PNS | Dok KS

MUARA ENIM – Dua orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pekerjaan Umum(PU) Cipta Karya Muaraenim, yang diduga ketahuan selingkuh dengan inisial WH dan AD, dimutasi ke daerah terpencil yakni Kecamatan Lubai Ulu dan Kecamatan Semendo Darat Laut (SDL).

Informasinya, dua PNS sejoli berlainan jenis ini yang sama-sama sudah berkeluarga sudah memadu kasih dalam beberapa bulan terakhir. Keduanya sering bertemu dan bersama-sama mengecek proyek serta jalan-jalan ke Lahat dan Palembang.

Perselingkuhan kedua PNS ini, menjadi perbincangan hangat kalangan pegawai di Dinas PU CK dan SKPD lain di lingkungan Pemkab Muaraenim. Bahkan kisah cinta kedua PNS tersebut, juga sudah diketahui pejabat di Muaraenim. Tak hanya itu, perselingkuhan keduanya bahkan sudah beredar di dunia maya. Didalam satu bloger, ada satu foto sang wanita AD sedang memeluk kekasihnya, WH.

Bupati Muaraenim, H Muzakir Sai Sohar saat dikonfirmasi, membenarkan ada dua PNS di Dinas PU CK Muaraenim yang berselingkuh padahal sama-sama sudah menikah. “Sebagai sanksi dan shock therapy,  keduanya sudah kita pindahkan ke kecamatan beberapa hari lalu. Ini jadi pelajaran bagi pegawai lain, hendaknya tidak melakukan hal yang sama yang bisa merugikan diri sendiri,” pesan Muzakir.

Dibincangi terpisah Kepala Dinas PU CK, H Ramlan Suryadi menyebut, mantan staf nya itu sudah diberikan sanksi dengan dipindahkan ke kecamatan berbeda. Selama ini jelasnya, apa yang dilakukan keduanya sudah jadi perbincangan, sehingga tidak bisa ditoleril. Karenanya sebut Ramlan, diberikan sanksi dengan dipindah tugaskan ke tempat kerja yang baru.

“Ada yang dipindahkan ke Semendo, dan dipindahkan ke Lubai Ulu. Apa yang dilakukan keduanya itu, jangan ditiru pegawai lain karena bisa menyesal nantinya,” pesan Ramlan.

Ditempat lain, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Muaraenim, Siti Herawati juga membenarkan, kalau dua PNS di Dinas PU CK tersebut dipindah tugaskan ke kecamatan berbeda sebagai sanksi

“WH sesuai SK Bupati Muaraenim Nomor  824/46/bkd-2/2014, tertanggal 14 Agustus dipindahkan ke Kecamatan Lubai Ulu. Sedangkan AD, berdasarkan SK Bupati Muaraenim Nomor 821.2/45/bkd-2/2014, dipindah ke Kecamatan SD”,” terang Herawati.

“Setidaknya dengan sanksi dipindahkan ke kecamatan yang berbeda dan jauh ini, keduanya tidak mengulangi lagi apa yang mereka lakukan. Sebab ini bisa jadi pelajaran bagi mereka dan para pegawai lain,” tukasnya.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *