Dua Hari Air Bersih tak Mengalir, Ratusan Ribu Pelanggan Jadi Korban

Ilustrasi | Net

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Sebanyak 138.855 ribu pelanggan PDAM Tirta Musi, tidak bisa menikmati aliran air bersih. Itu disebabkan adanya pekerjaan pemeliharaan tahunan trafo, dari penyulang trafo 3.30 MVA di Bukit Siguntang yang dilakukan oleh PT PLN, sehingga intake Karang Anyar tidak dapat memproduksi air bersih.

Direktur Umum dan Keuangan PDAM Tirta Musi, Syamsul Harun mengatakan, penghentian distribusi air bersih kepada pelanggan tersebut, akan dimulai Kamis (21/8). Sementara untuk pemadamannya akan berlangsung sekitar 8 jam. “Besok (hari ini) air akan dimatikan dari pukul 08.00 WIB-16.00 WIB,” jelasnya, Rabu (20/8).

Syamsul menyebutkan, pelayanan dari intake Karang Anyar tersebut meliputi tujuh wilayah pelayanan yakni Unit Pelayanan Karang Anyar, dengan jumlah pelanggan sebanyak 16.042 sambungan langganan (SL).

Kemudian pelayanan Alang-Alang Lebar (AAL) memiliki 18.913 SL, lalu pelayanan KM 4 dengan jumlah 33.900 SL, Unit Pelayanan 3 Ilir sebanyak 20.000 pelanggan, Sako Kenten 9000 pelanggan dan Rambutan ada 25.000 pelanggan.

“Setiap unit pelayanan memiliki wilayah masing-masing. Kami harapkan pelanggan dapat memahami hal ini, karena pemadaman ini tidaklah lama, totalnya 138.855 ribu pelanggan,” bebernya.

Lebih jauh Syamsul menjelaskan, selain pelayanan Intake Karang Anyar yang terganggu,. PDAM Tirta Musi juga akan menghentikan pendistribusian air bersih untuk penyulang GI Keramasan.

Itu dilakukan karena sedang dilakukan pembersihan jaringan dari tanaman tumbuh dan pengoperasian gardu distribusi baru, untuk kehandalan dan pemiliharaan trafo II 60 MVA. “Pemadamannya akan kami lakukan, Jumat (22/8) mulai pukul 13.00 WIB-16.00 WIB. Untuk pelayanannya meliputi, pelayanan KM 4 dengan pelanggan 3.312 SL, dan pelayanan AAL dengan 11.00 SL,” jelasnya.

Kemudian untuk pelayanan Seberang Ulu (SU) I dengan pelanggan 19.100 SL, pemadaman akan dilakukan pada Sabtu (23/8) mulai pukul 08.30 WIB-16.00 WIB. “Yah, ada dua unit pelayanan yang matinya selama dua hari, yakni pelayanan KM 4 dan AAL,” ujarnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Musi Palembang, Cik Mit mengatakan, pemadaman itu berbeda-beda setiap unit pelayanan. “Ada yang empat jam dan delapan jam. Tapi, untuk air kembali di distribusikan kepada pelanggan, membutuhkan waktu lebih dari waktu pemadaman,” ungkapnya.

Cik Mit menambahkan, dengan tidak berjalannya distribusi air kepada para pelanggan, baik yang satu hari maupun dua hari. Pihaknya memohon maaf. Karena sebutnya, gangguan itu terjadi karena sistem yang tidak beroperasi ketika PLN melakukan pemadaman. “Kami harap masyarakat bisa memaklumi masalah ini. Kami tetap akan berusaha agar distribusi air segera normal secepatnya,” tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *