Tiga Bulan, Nenek Suryani “Disekap”, Pelaku Diduga Oknum Polisi

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Nenek lanjut usia (lansia) Suryani (96) warga Lorong Dua Sekawan, Kelurahan 10 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang disekap dikediamannya sejak Mei lalu. Penyekapan ini terjadi karena sengketa kepemilikan tanah, berdasarkan laporan pelaku penyekapan tersebut adalah oknum polisi.

Kuasa Hukum Suryani, Mulyadi mengatakan, penyekapan ini dilakukan salh satu oknum polisi yang mengaku sudah membeli tanah tersebut sehingga pelaku memagari tanah tersebut dimana tempat nenek Suryani tinggal.

“Padahal sudah jelas tanah itu milik nenek Suryani. Karena tanah itu merupakan tanah warisan keluarga nenek Suryani,”ungkapnya, saat dibincangi, Selasa (19/8).

Mulyadi berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, segera atasi masalah tersebut, karena sebutnya penyekapan tersebut sudah lebih 3 bulan.

“Dari bulan Mei-Agustus penyekapan itu terjadi. Tapi nampaknya Pemkot Palembang belum juga mengatasinya. Bagaimana kalau nenek tua itu meninggal, siapa yang harus bertanggungjawab. Kami harap Pemkot Palembang segera menjembatani atau memidiasi antara oknum polisi yang mengaku tanah itu miliknya dengan keluarga nenek Suryani, sehingga masalah itu cepat selesai. Ini masalah kemanusian, jangan dianggap remeh,”harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemkot Palembang melalui Staf ahli Wali Kota bidang Politik, Hukum dan HAM Edwar Juliarta mengatakan, Pemkot Palembang segera meninjau lokasi, karena pemagaran di lokasi tanah milik nenek Suryani tersebut sudah termasuk permasalahan HAM.

“Kami akan meminta pihak RT, Kelurahan dan Kecamatan meninjau lokasi. Jika benar ada penyekapan maka sudah melanggar hak azasi seseorang untuk menjalani hidup,”katanya.

Edwar berharap, bagi oknum yang mengaku tanah tersebut miliknya jangan melakukan tindakan diluar batas dengan cara memagar tanah itu, padahal masih ada orang disana.

“Kami belum tahu pihak mana yang benar, yang pasti harus melihat sisi kemanusiaannya juga,”imbuhnya.

Edwar mengaku, Pemkot Palembang segera memediasi permasalahan tersebut. Dengan cara memediasi kedua pelah pihak. Katanya, bagi masyarakat yang mengetahui permasalahan tersebut diharapkan segera melaporkan kepada pihak terkait.

“Jika RT sampai Kecamatan tidak mampu menyelesaikan masalah ini, kami yang akan segera turun tangan mengatasi permasalahan HAM yang dialami nenek Suryani tersebut,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang, Ahmad Novan mengatakan, pihak terkait harus segera memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan yang berhubungan dengan kemanusiaan tersebut. “Pemerintah harus turun membantu, jangan sampai permasalahan seperti ini didiamkan,” Imbuhnya.

Sambung Novan, DPRD juga akan melakukan peninjauan. Apabila, benar terjadi penyekapan. Pihaknya siap menjadi garda terdepan dalam mengawal permasalahan yang menimpa nenek Suryani tersebut.

“Tidak boleh ada warga negara indonesia yang di kekang haknya, apalagi sampai disekap. Penyekapan sudah termasuk pelanggaran hukum, dan harus segera dilaporkan,”tukasnya

 

TEKS   : ALAM TRIE

EDITOR  : ROMI MARADONA

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *