Tanah Diklaim IAIN, Warga Tasuba Siaga

Sejumlah warga bertekad tetap bertahan untuk mendiami lahan yang diklaim milik kampus IAIN Raden Fatah Palembang | Dok KS

Sejumlah warga bertekad tetap bertahan untuk mendiami lahan yang diklaim milik kampus IAIN Raden Fatah Palembang | Dok KS

PALEMBANG – Warga yang bermukim di Jl Pangeran Ratu Lrg Tasuba RT 11 RW 03 Kel 8 Ulu Kec SU I Palembang tetap siaga, terkait klaim pihak kampus IAIN Raden Fatah Palembang atas kepemilikan lahan.

Sejumlah warga bertekad tetap bertahan untuk mendiami lahan yang diklaim milik kampus IAIN Raden Fatah Palembang tersebut. Bahkan warga pun menyatakan siap bertahan dengan cara apapun sebelum ada penyelesaian yang sesuai menurut aturan hukum yang berlaku.

Pantauan dilapangan, sebanyak lima mobil dum truck berisi tanah timbunan telah mulai beraktifitas menimbun lahan rawa-rawa di depan area pemukiman warga yang dilakukan pihak IAIN Palembang dengan dijaga ketat pihak petugas kepolisian.

Sementara itu sebagian warga juga tetap siaga menjaga lokasi lahan yang sudah menjadi pemukiman mereka. Bahkan selain memasang spanduk bertuliskan menolak pengosongan lahan, warga pun membuat brikade dengan menutup akses jalan menuju pemukiman mereka. Tak hanya warga, puluhan petugas satuan sabhara Polresta Palembang dan petugas Sat Pol PP Kota Palembang juga berjaga di area lokasi lahan guna menjaga kekondusifan lokasi.

” Kami  sangat setuju dengan rencana pembangunan kampus IAIN ini tapi harus ada penyelesaiannya atau kompromi, kami sudah puluhan tahun tinggal di sini dan kami memiliki surat tanah yang sah. Silahkan kalau mau nimbun tapi jangan timbun dibagian tanah yang sedang ditempati warga,” ucap Ujang (35), warga setempat.

Ujang menuturkan, intinya warga meminta penyelesaian dan meminta dipertemukan dengan pihak kampus IAIN agar permasalahan cepat terselesaikan. Warga mempertanyakan apa dasar hukum pihak kampus IAIN yang tiba-tiba mengklaim sebagai pemilik lahan. ” Sebelum terjadi penggusuran kami minta ganti rugi sesuai dengan bukti surat tanah yang kami miliki,” ungkap ujang.

Kuasa hukum warga, Aminudin mengatakan, warga yang bertahan di lahan bukannya tanpa alasan. Warga memiliki bukti hukum atas kepemilikan lahan yang dihuni mereka. Sebelum adanya penyelesaian lebih lanjut, warga tetap akan bertahan. Warga memiliki bukti surat beli tanah dengan bukti surat segel. Sedangkan dari pihak kampus IAIN diketahui mengklaim sebagai pemilik lahan yang didapatkan hibah dari Pemprov Sumsel.

” Warga setuju saja adanya pembangunan kampus IAIN . Tetapi perlu ada penyelesaiannya. Intinya warga minta ganti rugi lahan, karena warga tidak memiliki apa-apa jika disuruh pindah,” terang Amin.

Sementara itu, Lurah 8 Ulu Iskandar Zulkarnaen didampingi Ketua RT 11 Soldan yang berada di lokasi mengatakan, jika tidak ada penyelesaian dengan baik-baik, tentunya akan bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

Sebelumnya, pihak IAIN meklaim atas kepemilikan lahan di pemukiman warga. Pihak kampus IAIN berencana akan membangun gedung kampus yang baru. Namun warga setempat menolak karena belum ada langkah mediasi atau kompromi terlebih dahulu.

 

TEKS   : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR  : ROMI MARADONA

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *