Kapal Buatan Sumsel Siap Dilayarkan

Ilustrasi Kapal Roro | Ist

Ilustrasi Kapal Roro | Ist

PALEMBANG – Untuk memenuhi kebutuhan terhadap kapal penyeberangan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kembali meluncurkan kapal penyeberangan penumpang tipe roll on roll atau Roro 5000 GT. Kapal yang diberi nama KMP Sebuku ini, merupakan buatan PT Mariana Bahagia, Palembang, yang menelan dana Rp 161 miliar lebih.

Menteri Perhubungan, EE Mangindaan mengatakan, KMP Sebuku ini merupakan kapal Roro 5000 GT kedua, yang diluncurkan setelah sebelumnya pada 12 Agustus lalu peluncuran KMP Legundi di Surabaya, dan pada September mendatang kembali akan diluncurkan KMP Batu Mandi di Lampung.

“Tahun ini kita bangun kapal Roro 5000 GT sebanyak tiga unit. Ini merupakan sejarah bagi bangsa Indonesia, yang berhasil membangun kapal Roro 5000 GT sendiri, tanpa membeli dari luar negeri,”  kata EE Mangindaan, kepada sejumlah wartawan saat peluncuran KMP Sebuku di Galangan Kapal PT Mariana Bahagia, Palembang, Selasa (19/8).

Menurut Mangindaan, kelebihan kapal Ro-Ro 5000 GT buatan asli Indonesia ini salah satunya bisa mengangkut 100 truk gandeng serta mobil kecil lainnya. Selama ini kata dia, Kemenhub selalu membeli kapal dari luar negeri dengan biaya yang sedikit murah, jika dibandingkan membangun sendiri di dalam negeri.

“Memang kapal yang kita beli dari luar negeri biayanya sedikit murah, namun barangnya second hand. Walaupun buatan dalam negeri lebih mahal, namun saya ingin memajukan dunia industri kita. Kalau tidak seperti ini, kapan lagi industri kita akan maju,” ucap Mangindaan.

Apabila hasil industri Indonesia sudah bagus dan banyak membuat kapal tentu akan berdampak pada cost yang lebih rendah. Setelah galangan kapal Indonesia mampu membangun kapal Roro 5000 GT, Kemenhub berencana akan membuat kapal Roro 7500 GT yang tentunya lebih besar lagi.

“Karena di luar negeri kan sudah ada yang buat kapal 7500 GT. Kita harus mencobanya, kebetulan dari galangan kapal di Indonesia mengaku mampu membangunnya, terutama PT Mariana Bahagia, Palembang. Mereka mengaku siap membangun kapal berukuran besar ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, KMP Sebuku ini merupakan kapal penyeberangan yang akan beroperasional dilintas Merak-Bakauheni. Kapal ini memiliki ukuran panjang (Loa) 109,40 meter, panjang (Lpp) 99,20 meter, lebar (Bmid) 19,60 meter, tinggi (moulded) (Hmid) 5,60 meter, sarat air 4,10 meter, gross tonnage (GT) 5330 GT, kecepatan percobaan 17.00 knot dan kecepatan dinas 15.00 knot.

“Kapal merupakan urat nadinya transportasi nasional, terlebih bagi mereka yang berada di daerah terisolir. Untuk itu, kita juga akan memfokuskan penyediaan kapal di daerah-daerah yang sulit dijangkau tersebut. Sekarang ini kita memang harus berfikir multimoda untuk transportasi nasional,”  tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *