Uang Rp 150 Juta Amblas, Kakek Nenek Gagal Naik Haji

 

PALEMBANG – Tidak terima lantaran dirinya telah ditipu oleh PT KNT, yang merupakan agen travel keberangkatan haji, Meran (70) mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (18/8) pukul 13.30 WIB.

Ditemani istri dan pihak keluarganya, Kakek renta ini melaporkan pihak PT KNT yang telah berjanji akan memberangkatkannya naik haji. Atas kejadian ini warga Dusun II, Desa Cengal Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini  menderita kerugian Rp151.400.00.

Tertera dalam surat laporan, kejadian bermula saat Meran mendaftar haji plus di PT KNT tersebut pada 19 Maret 2012. Meran mengajak serta isterinya untuk mendaftar berangkat haji. Ia sendiri mengetahui PT KNT dari  temannya.

“Setelah mendengar penjelasan dari pegawai PT KNT, saya sepakat membayar uang pendaftaran senilai Rp151.400.000 secara bertahap. Saya berharap, bisa berangkat saat itu juga,” kata Meran, seperti tertera di surat laporan.

Namun, harapan Meran dan isteri urung terkabul. Menurut perwakilan PT KNT, visa Meran dan isterinya belum selesai diurus. Akibatnya, pihak PT KNT membatalkan pemberangkatan Meran dan isteri.

Setelah kejadian itu, PT KNT menawarkan Meran dan isteri untuk berangkat umroh di tahun 2013. Lagi-lagi, Meran dan isteri menerima tawaran itu, terlebih pihak PT KNT tidak meminta sejumlah uang.

Sayang, keberangkatan umroh juga batal dilakukan. “Kami juga tidak berangkat haji di tahun 2013. Padahal, mereka menjanjikan kami akan berangkat,” kata Meran.

Meran lalu menagih PT KNT untuk mengembalikan uang. Terjadilah pertemuan antara Meran dan PT KNT pada akhir 2013. Pada pertemuan itu, PT KNT berjanji akan mengabulkan permintaan Meran di akhir Februari 2014. Sayang, meski waktu yang dijanjikan sudah tiba, PT KNT lagi-lagi mengingkari janjinya.

Meski sudah berulang kali mengingkari janji, PT KNT kembali menjanjikan akan mencairkan uang Meran pada Juli 2014. Tak tanggung-tanggung, PT KNT berani membuat surat pernyataan untuk mencairkan uang Meran. Sayang, janji itu tidak ditepati.

“Sebab itu kita lapor polisi karena sudah terlalu sering dikibuli. Saya sendiri tidak tahu siapa nama pimpinan KBIH tersebut,” kata Meran, yang saat melapor ditemani oleh saudara dan kerabatnya.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, sudah menerima laporan Meran. Laporan Meran diterima dengan Surat Laporan Nomor LPB/701/VIII/2014/Sumsel.

“Pihak terlapor akan kita panggil untuk dimintai keterangan. Jika sesuai dengan apa yang dilaporkan, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Djarod.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *