Program Bebas Pasung tak Berjalan di Banyuasin

Ilustrasi Pasung | Ist

Ilustrasi Pasung | Ist

BANYUASIN – Program Indonesia Bebas Pasung di Kabupaten Banyuasin, diduga tak berjalan. Pasalnya saat ini, banyak pasien yang mengalami gangguan jiwa di Bumi Sedulung Setudung tersebut, tak lagi mendapatkan perawatan.

“Ada dua warga Kecamatan Rantau Bayur, yang mengalami gangguan jiwa kini tidak lagi mendapatkan perawatan. Dulu Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuasin, sempat ke lapangan dan membawa mereka ke rumah sakit. Setelah itu, tidak ada lagi perawatan,” terang Nacung, warga Kecamatan Rantau Bayur yang dibincangi di Masjid Al Amir, Pangkalai Balai, Banyuasin, Senin (18/8).

Menurut Nacung, kedua warga yang mengalami gangguan jiwa tersebut tidak lagi mendapatkan obat-obatan. Kondisi keduanya sebut Nacung, bahkan semakin parah karena tak mendapatkan perawatan.  “Setiap keluarga kedua warga itu, meminta obat ke puskesmas selalu tidak ada dan terkesan saling lempar,” terangnya.

Padahal menurutnya, sesuai dengan program Indonesia bebas pasung maka setiap warga yang mengalami gangguan jiwa mendapatkan bantuan pengobatan dari pemerintah. “Karenanya kemungkinan besar program itu, tidak lagi berjalan di Banyuasin,” tudingnya.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, di Banyuasin sedikitnya ada 97 orang yang mengalami gangguan jiwa. Empat orang diantaranya, saat ini kondisinya dipasung oleh keluarganya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuasin, dr Kemas Agus Halim yang dikonfirmasi melalui handphone (HP) nya, membantah jika program Indonesia bebas pasung di Banyuasin, tidak berjalan.

“Program itu, masih tetap berjalan di Banyuasin. Memang untuk obat-obatan, bagi pasien yang mengalami gangguan jiwa saat ini dalam keadaan kosong.Obat-obatan itu, tidak sembarangan tetapi obat khusus sehingga stoknya kosong,” jelasnya.

Dijelaskannya, Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin tidak menganggarkan dana untuk pengadaan obat-obatan bagi pasien yang mengalami gangguan jiwa tersebut. Obat-obatan itu bebernya, pengadaannya dilakukan oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

“Kita saat ini menunggu kiriman obat-obatan tersebut, dari pusat melalui provinsi. Mudah-mudahan tidak lama lagi, obat-obatnya akan segera tersedia. Kalaupun belum, nanti kita coba lagi menghubungi pemerintah pusat melalui Pemprov Sumsel,” tukasnya.

 

TEKS          : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *