Kemelut tak Kunjung Usai di Transmusi

Aksi mogok dan demonstrasi Supir dan Pramuniaga Bus TransMusi di kantor DPRD kota Palembang beberapa Waktu Lalu berujung pada pemecatan beberapa karyawannya | Dok KS

Aksi mogok dan demonstrasi Supir dan Pramuniaga Bus TransMusi di kantor DPRD kota Palembang beberapa Waktu Lalu berujung pada pemecatan beberapa karyawannya | Dok KS

PALEMBANG – Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi, dulu dibanggakan dan didengung-dengungkan bakal menjadi sarana transportasi publik andalan di Kota Palembang. Bahkan Wali Kota Palembang saat itu, Eddy Santana Putra berencana akan mengganti semua bus kota di Palembang dengan Transmusi.

Namun hanya beberapa tahun, kejayaan Transmusi sudah berakhir. Kemelut di anak perusahaan yang dikelola PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) itu, tak kunjung usai.

Sopir dan pramugara Transmusi, terus melakukan aksi mogok kerja. Mereka enggan mengangkut penumpang, karena persoalan gaji yang belum dibayarkan. Bahkan Jumat (15/8), PT SP2J memecat dua awak Transmusi yang dinilai memprovokasi karyawan lainnya untuk melakukan mogok kerja.

Kedua karyawan dimaksud yakni Syafril dan Adi Hidayat. Syafril, dalam aksi yang dilakukan karyawan Transmusi selalu bertindak sebagai koordinator aksi (korak), sementara Adi Hidayat menjadi koordinator lapangan (korlap).

Senin (18/8), ratusan sopir dan pramugara Transmusi kembali melakukan aksi mogok kerja dan memilih mendatangi DPRD Kota Palembang. Dihadapan wakil rakyat tersebut,  mereka meminta dewan  membantu memperjuangkan hak mereka. “Jika DPRD Palembang tidak bisa membantu memperjuangkan hak kami, dengan siapa lagi kami meminta bantuan,” kata Amrul Hidayat, koordinator lapangan (korlap).

Ia menyebut, manajemen PT SP2J sebagai induk Transmusi, meminta kepada para karyawan untuk sabar. Tetapi aturan ataupun kebijakan manajemen, sudah melebihi batas kesabaran para karyawan, yang gajinya belum juga dibayarkan.

“Kami diminta menunggu sampai Oktober mendatang, karena menurut mereka gaji tersebut baru bisa dibayarkan menunggu APBD Perubahan Kota Palembang 2014. Kalau sampai Oktober, kami harus makan apa. Sedangkan kebutuhan sehari-hari kami semuanya harus dipenuhi, kami punya anak istri,” ujarnya.

Nampaknya sarana transportasi publik plat merah itu, bakal masih panjang untuk bisa kembali beroperasi. Sebab, ratusan karyawan Transmusi ini mengancam akan terus melakukan aksi mogok, sampai haknya dibayarkan. “Jika sampai akhir Agustus ini, gaji kami tidak dibayarkan juga maka kami akan melakukan aksi. Kami sudah siap dipecat, jika memang dianggap menyalahi aturan perusahaan. Tetapi hak kami, harus dibayarkan,” ungkap Amrul.

“Itu hak kami. Kami sudah lelah. Tapi, kami masih akan tetap bekerja seperti biasa sampai akhir bulan. Kami harapkan gaji kami cair bulan ini,” sambungnya.

Ketua DPRD Kota Palembang, Ahmad Novan yang dibincangi terpisah mengaku tidak bisa berbuat apa-apa kecuali meminta para karyawan Transmusi itu bersabar  sampai usulan dana di APBD Perubahan bisa dicairkan.

“Kemungkinan bisa lebih cepat pencairannya, di September sudah bisa. Kalau nanti, ada pemecatan lagi harus sesuai peraturan perundang-undangan tidak bisa asal pecat,” ucap Novan.

Sementara dua karyawan Transmusi yang dipecat sebelumnya, dewan minta itu dikaji kembali oleh PT SP2J. “Dua karyawan yang dipecat itu, sudah meminta bantuan pengacara. Kami juga siap mengawal tuntutan mereka. Tak akan kami biarkan permasalahan ini, berlarut-larut,” janjinya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR      : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *