Uang NKRI Pecahan Rp 100 ribu Resmi Beredar

Gubernur Sumsel dan Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah VII Palembang.

Gubernur Sumsel dan Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah VII Palembang.

PALEMBANG – Uang pecahan Rp 100.000 tahun emisi 2014 mulai di edarkan pada hari ini, Minggu (17/8) bertepatan dengan hari HUT Kemerdekaan RI ke 69. Bank Indonesia wilayah VII Palembang sudah membuka posko penukaran uang.

“Pembukaan posko penukaran uang dilakukan di lantai dasar dan lantai dua kantor bank Indonesia wilayah VII Palembang. Lebih kurang dua jam sebanyak Rp 50 juta uang baru habis,” kata R Mirmansyah, Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah VII Palembang, Minggu (17/8) .

Lebih lanjut ia mengatakan mulai esok hari, uang baru resmi diedarkan di seluruh kantor BI dan bisa digunakan masyarakat. “Besok akan dilakukan resmi, termasuk diseluruh sistem. Khusus di Palembang BImenyiapkan uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 2 miliar,” ungkapnya.

Menurut Mirwansyah, khusus hari ini pihaknya memang membuka posko penukaran uang NKRI dan ini dilakukan serentak di seluruh cabang BI seluruh Indonesia. “Uang baru ini akan segera beredar di masyarakat,” katanya.

Untuk desain uang rupiah kertas pecahan Rp100 ribu tahun emisi 2014 tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan uang rupiah kertas pecahan Rp 100 tahun emisi 2004 yang beredar saat ini.

“Perbedaan utama antara lain dikenali dari frasa ‘Negara Kesatuan Republik Indonesia’ pada bagian muka dan belakang uang dan penandatangan uang dari yang sebelumnya anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia menjadi Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan,” katanya.

Sebagai informasi, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 mengenai mata uang, BI mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 16/13/PBI/2014 pada tanggal 24 Juli 2014 tentang pengeluaran dan pengedaran uang rupiah kertas pecahan Rp100.000 tahun emisi 2014.

Dikatakannya, untuk uang pecahan lainnya akan menyusul secara bertahap mulai dari pecahan Rp 50 ribu, Rp 25 ribu dan yang lainnya. Sedangkan untuk pecahan Rp 100 ribu yang lama masih berlaku dipakai untuk melakukan transaksi.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin mengatakan,  mengenai penyerahan uang baru pecahan Rp 100 ribu ini pihaknya menanggapi positif akan langkah yang diambil oleh pihak Bank Indonesia.

“Ya, memang hampir sama saja, bedanya itu tambahan akan tulisan baru yakni NKRI. Nah, adapun baik untuk jenis warna masih tetap. Dan tentunya uang lama masih berlaku. Apalagi yang lebih membedakan ialah masih belum ada foto saya disana,” ujar Alex bercanda.

 

TEKS : AMIN/IMAM

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *