Melegalkan Aborsi Menyulut Kontroversi

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – KONTROVERSI. Begitulah kenyataan yang muncul ketika muncul  Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Reproduksi yang di dalamnya terdapat pasal yang melegalkan praktek aborsi.

Berkaitan dengan itu Ketua Umum MUI Sumsel, Drs.H.M Sodikun,M.Si mengatakan bahwa perlu adanya tinjauan ulang terkait PP ini.

“Adanya aturan dan juknis yang jelas terkait hal ini agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya, Sabtu (16/8/2014) kemarin.

Seperti diketahui, dalam pasal 31 ayat 2 PP nomor 61/2014 dijelaskan bahwa usia kehamilan paling lama berusia 40 hari, dihitung sejak hari pertama haid terakhir. Dalam Bab IV dijelaskan tentang indikasi kedaruratan medis dan perkosaan sebagai pengecualian atas larangan aborsi.

“Pada intinya adalah perlu adanya tinjauan ulang terkait peraturan ini agar bisa diterima oleh seluruh kalangan masyarakat,” katanya.

Dia mengingatkan pemerintah agar benar-benar berhati-hati menyikapi hal ini. Sebab jika dilegalkan tetapi pada praktiknya justru banyak membawa mudharat bagi seluruh masyarakat, maka pemerintah berkewajiban untuk membatalkannya.

 

TEKS    : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR   : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *