Lomba Bidar Tradisional Habiskan Rp 115 juta

 

Lomba Perahu Bidar | Dok KS

Lomba Perahu Bidar | Dok KS

PALEMBANG – Lomba bidar tradisional, yang diadakan di Sungai Musi Palembang dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-69, telan dana Rp 115 juta padahal peserta lomba hanya 8 peserta.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Palembang, Ahmad Zazuli mengatakan, dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Palembang Tahun 2014.

Menurutnya dana tersebut terbilang minim, karena untuk mengadakan acara tersebut agar lebih meriah sedikitnya harus menggunakan dana sebesar Rp 500 juta. “Dananya lebih kurang Rp 115 juta. Alhamdulillah acara berlangsung sangat meriah, walaupun peserta lomba Bidar Tradisional tahun ini menurun dibandingkan tahun 2013 lalu,” kata Zazuli yang dibincangi usai final lomba perahu hias dan bidar tradisional di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Minggu (17/8).

Zazuli menyebutkan, dana sebesar Rp 115 juta tersebut dipergunakan untuk sewa tenda, sewa kursi, sound sistem, honor juri, pembinaan peserta bidar dan hadiah bagi pemenang. “Pemenang lomba bidar untuk harapan 1 mendapat piala dan uang Rp 11 juta, juara III mendapat piala dan uang Rp 12,5 juta, juara II dapat piala dan uang Rp 15 juta dan pemenang utamanya mendapatkan piala serta uang Rp 20 juta,” bebernya.

Zazuli menambahkan, rute lomba perahu bidar tersebut, start dari Pelabuhan 35 ilir dan finish didepan pelataran BKB, dengan jarak tempuhnya lebih kurang 2.700 meter. “Semuanya berjalan lancar dan sukses. Tidak ada halangan apapun,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Disbudpar Palembang, Yanuarpan mengatakan, minimnya peserta lomba bidar tradisional dikarenakan bidar yang dimiliki masyarakat sudah banyak yang rusak.

Menurutnya, pada 2013 lalu lomba bidar diikuti sebanyak 11 peserta namun tahun ini hanya delapan peserta. “Berkurang tiga peserta. Karena perahu bidarnya banyak rusak dan tidak ada pemeliharaan,” jelasnya.

Yanuarpan berjanji, pada 2015 mendatang pihaknya akan lebih menghidupkan kembali budaya Palembang melalui bidar tradisional itu. Caranya, menganggarkan dana untuk pengadaan perahu bidar tradisional.  “Mulai sekarang kami bina pemilik bidar tradisional, dengna memberikan uang pemeliharaan Rp 5 juta bagi masing-masing pemilik perahu bidar. Sehingga bidar itu tidak rusak,” janjinya.

Sambung Yanuarpan, untuk pemenang lomba bidar tradisional tersebut, harapan I diraih oleh perahu bidar PAN alias Mang Jay dengan waktu 9,46 menit. Kemudian untuk juara III diraih oleh KPP dengan waktu 9,30 menit. Kemudian juara II diraih oleh Polsek Seberang Ulu (SU) II dengan waktu 8,16 menit dan Juara I diraih oleh PT Pusri dengan waktu 8,12 menit.

“Tahun depan kita galakkan lagi lomba bidar ini, karena masyarakat Palembang sangat antusias. Ini jugasebagai promosi wisata Palembang ke nasional bahkan internasional,” ulasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan, lomba bidar tradisional ini akan terus dilestarikan karena itu merupakan budaya Kota Palembang. “Dengan adanya bidar tradisional ini, semoga akan menambah minat wisata di Kota Palembang,” harapnya.

Sambung Harnojoyo, banyak kegiatan lainnya dalam rangka HUT RI ke 69 ini, seperti festival panjat pinang, perahu hias, lomba perahu ketek dan banyak lagi yang lainnya. “Antusias masyarakat sangat baik, ini adalah pesta rakyat,” tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *