HBA Sesalkan Isu DPRD ingin “Melibas”

Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri

Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri

EMPAT LAWANG – Belum dilakukan pelantikan, namun isu miring niat buruk anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang periode 2014-2019 kian marak. Salah satunya niatan ingin melibas (menyerang, red) Bupati Empat Lawang, dalam kebijakannya sebagai kepala daerah.

“Banyak informasi, anggota dewan berniat melibas bupati. Ini kan aneh, saya tida begitu tahu jelas apa maksudnya. Tetapi harusnya mereka pahami dulu, apa tugas dan fungsinya,” kata Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) pada halal bi halal yang digelar DPRD Empat Lawang, kemarin.

HBA mengakui, ada kekhawatiran anggota dewan kedepan belum bisa bekerja. Apalagi tercatat lebih banyak anggota baru dan berusia muda, atau belum mengenyam pengalaman menjadi wakil rakyat.

Makanya sebut HBA, Sekretariat Dewan (Setwan) harus aktif menyiapkan anggaran untuk pendidikan dan latihan (diklat) serta pembekalan bagi anggota DPRD Empat Lawang pelantikan.

Tujuannya, agar anggota dewan tersebut tahu tugas dan fungsinya. Selain itu, akan ada pemahaman bersama mitra pemerintah seperti Kapolres, Kajari dan sebagainya. HBA menyebut, tugas dan fungsi dewan saat ini berbeda jauh jika dibandingkan 10 tahun sebelumnya.

“Dulu, peran dewan sangat besar dan sangat ditakuti sampai ke tingkat bupati. Karena bisa menolak atau menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati (LKPJ) kepala daerah,” ungkap mantan Ketua DPRD Lahat ini.

Tetapi jelas HBA, saat ini sudah berbeda. Bahkan hak budgeting dewan akan dikurangi, dengan ditiadakannya Badan Anggaran (Banggar). Namun ungkap HBA, kerjasama anggota dewan dalam membangun Empat Lawang tetap diharapkan.

“Mari kita jalin kebersamaan, tidak ada istilah dewan mandul meskipun fungsi budgeting dengan tidak adanya Banggar. Dewan hendaknya lebih banyak jaring aspirasi dengan melakukan kunjungan kerja ke kecamatan, ” beber HBA.

Sementara itu Ketua DPRD Empat Lawang H David Hadrianto mengakui, pada periode kedepan, anggota dewan akan diberikan pembekalan dengan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Badan Diklat dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Tujuannya, untuk memaksimalkan pengetahuan para anggota dewan terhadap tugas dan fungsinya. “Ya memang saat ini ada kiasan dewan “habis taring”, namun itu bukanlah suatu alasan dalam menjalankan tugas sebagai legislatif atau pengawasan kinerja pemerintahan,” kata David.

Dijelaskannya, pada periode mendatang anggota DPRD Empat Lawang menjadi 35 kursi atau bertambah lima kursi dibanding periode sebelumnya hanya 30 kursi tentu. Penambahan kursi itu diharapkan akan meningkatkan kinerja dewan.

“Dari 30 kursi dewan sebelumnya, ada 15 orang masih dipercaya masyarakat. Diantaranya juga ada dua orang naik menjadi anggota DPRD Sumsel. Ini luar biasa, karena kepercayaan masyarakat sangat besar kepada dewan,” ungkapnya seraya menyebut anggota DPRD Empat Lawang periode 2014-2019 akan dilantik pada 25 Agustus mendatang.

 

TEKS          : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

HBA Sesalkan Isu Dewan Ingin “Melibas”

EMPAT LAWANG | KS

Belum dilakukan pelantikan, namun isu miring niat buruk anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang periode 2014-2019 kian marak. Salah satunya niatan ingin melibas (menyerang, red) Bupati Empat Lawang, dalam kebijakannya sebagai kepala daerah.

“Banyak informasi, anggota dewan berniat melibas bupati. Ini kan aneh, saya tida begitu tahu jelas apa maksudnya. Tetapi harusnya mereka pahami dulu, apa tugas dan fungsinya,” kata Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) pada halal bi halal yang digelar DPRD Empat Lawang, kemarin.

HBA mengakui, ada kekhawatiran anggota dewan kedepan belum bisa bekerja. Apalagi tercatat lebih banyak anggota baru dan berusia muda, atau belum mengenyam pengalaman menjadi wakil rakyat.

Makanya sebut HBA, Sekretariat Dewan (Setwan) harus aktif menyiapkan anggaran untuk pendidikan dan latihan (diklat) serta pembekalan bagi anggota DPRD Empat Lawang pelantikan.

Tujuannya, agar anggota dewan tersebut tahu tugas dan fungsinya. Selain itu, akan ada pemahaman bersama mitra pemerintah seperti Kapolres, Kajari dan sebagainya. HBA menyebut, tugas dan fungsi dewan saat ini berbeda jauh jika dibandingkan 10 tahun sebelumnya.

“Dulu, peran dewan sangat besar dan sangat ditakuti sampai ke tingkat bupati. Karena bisa menolak atau menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati (LKPJ) kepala daerah,” ungkap mantan Ketua DPRD Lahat ini.  

Tetapi jelas HBA, saat ini sudah berbeda. Bahkan hak budgeting dewan akan dikurangi, dengan ditiadakannya Badan Anggaran (Banggar). Namun ungkap HBA, kerjasama anggota dewan dalam membangun Empat Lawang tetap diharapkan.

“Mari kita jalin kebersamaan, tidak ada istilah dewan mandul meskipun fungsi budgeting dengan tidak adanya Banggar. Dewan hendaknya lebih banyak jaring aspirasi dengan melakukan kunjungan kerja ke kecamatan, ” beber HBA.

Sementara itu Ketua DPRD Empat Lawang H David Hadrianto mengakui, pada periode kedepan, anggota dewan akan diberikan pembekalan dengan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Badan Diklat dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Tujuannya, untuk memaksimalkan pengetahuan para anggota dewan terhadap tugas dan fungsinya. “Ya memang saat ini ada kiasan dewan “habis taring”, namun itu bukanlah suatu alasan dalam menjalankan tugas sebagai legislatif atau pengawasan kinerja pemerintahan,” kata David.

 

Dijelaskannya, pada periode mendatang anggota DPRD Empat Lawang menjadi 35 kursi atau bertambah lima kursi dibanding periode sebelumnya hanya 30 kursi tentu. Penambahan kursi itu diharapkan akan meningkatkan kinerja dewan.

“Dari 30 kursi dewan sebelumnya, ada 15 orang masih dipercaya masyarakat. Diantaranya juga ada dua orang naik menjadi anggota DPRD Sumsel. Ini luar biasa, karena kepercayaan masyarakat sangat besar kepada dewan,” ungkapnya seraya menyebut anggota DPRD Empat Lawang periode 2014-2019 akan dilantik pada 25 Agustus mendatang.

TEKS              : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *