Asri Akbar Malu Jadi Kapten SFC

Asri Akbar | Foto : Iwan Cheristian

Asri Akbar | Foto : Iwan Cheristian

PALEMBANG – Kekalahan tipis 1-0  yang dialami Sriwijaya FC dari Persijap Jepara, Jum’at lalu (15/8)  membuat gelandang Asri Akbar yang didaulat sebagai kapten merasa malu.

Sebagai pemegang ban kapten di laga itu.  Dirinya merasa telah gagal menjadi panutan rekan satu timnya. “Saya tak pantas jadi kapten. Saya tidak bisa mengajak teman-teman keluar dari situasi sulit. Saya gagal, saya malu tidak bisa bangkitkan semangat pemain,” kata Asri Akbar.

Dalam laga yang berlangsung cukup sengit tersebut, lanjut Asri, dirinya mengakui permainan Sriwijaya FC mengalami penurunan dan seperti tidak bisa mengeluarkan permainan yang diharapkan, bermain dengan gaya sendiri seperti di kandang.

“Kali ini kami bermain kurang bagus, kami terlalu mengikuti tempo permainan mereka (Persijap),” ungkap pemain asal Makasar itu.

Serupa dengan pelatih Subangkit, kata Asri, dirinya dan rekan-rekan sudah berupaya maksimal dan penguasaan bola lebih mendominasi dibandingkan tuan rumah. “Tapi Persijap juga bermain cukup baik, mereka bermain sangat agresif dan cepat  dengan mengandalkan serangan balik,” tutupnya.

Atas hasil ini, peluang SFC untuk menembus ke babak delapan besar semakin terjal. “Peluang untuk lolos masih ada, tapi tipis sekali. Karena Persija Jakarta dan PBR juga punya peluang yang sama. Kalau kita mau menang, minimal disisa empat pertandingan ini kita menang tiga kali, satu kali imbang. Itu juga mengharapkan Persija kalah dari Semen Padang, “katanya.

 

TEKS : IQBAL

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *