“Pacar saya pun Bakal Diembat Orang”

 

EMPAT LAWANG – Dedi (19),  kolektor PT Ciwes ini terpaksa harus merasakan dinginnya hotel prodeo milik Kepolisian Resort (Polres) Empat Lawang. Padahal sebelumnya, memberikan laporan ke Polres Empat Lawang.

Dalam laporan yang disampaikan Kamis (14/8) sekitar pukul 21.00 WIB tersebut, Dedi mengaku dirampok  di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya didepan Tempat Pembuangan Aampah (TPA) Talang Gunung, Kelurahan Jayaloka, Kecamatan Tebing Tinggi.

Kepada petugas ia mengaku akibat perampokan tersebut, sepeda motor Honda Beat milik pacarnya Ani, hilang dibawa kabur orang tidak dikenal. Namun satu jam berselang atau sekitar pukul 22.00 WIB, ia digiring petugas masuk ke dalam sel tahanan.

Itu semua karena, laporan yang disampaikan Dedi tersebut adalah palsu. Tidak ada perampokan yang terjadi, perampokan itu hanyalah cerita rekayasa yang dibuatnya.  Dibincangi Kabar Sumatera, Jumat (15/8), dengan muka tertunduk, Dedi mengaku menyesal.

Menurut Dedi, ia mengarang cerita dirampok karena tergiur bisa mendapatkan uang tanpa harus bekerjasa keras dari klaim asuransi sepeda motor yang disebutkan hilang tersebut. “Saya menyesal pak, karena harus kehilangan pekerjaan. Selain itu, pacar saya juga pasti diambil orang lain sebab motor yang saya akui hilang itu adalah miliknya,” keluh Dedi tertunduk sedih.

Kepala Polres Empat Lawang, AKBP M Ridwan melalui Kepala Satreskrim, AKP Nanang Supriyatna didampingi Kanit Pidum, Ipda Indra Gunawan yang dibincangi terpisah menyebut, awalnya petugas tidak curiga dengan laporan yang disampaikan Dedi itu.

Karenanya begitu mendapatkan laporan dan meminta keterangan kepada Dedi, petugas langsung bergerak melakukan penyidikan. Hasil penyidikan, banyak kejanggalan yang ditemukan dari laporan tersebut.

“Misalnya, dalam laporannya ia mengaku setelah dirampok langsung menghubungi keluarganya. Namun saat kita cek nomor handphone (HP) yang dihubungi tersangka usai dirampok, justru bukanlah keluarganya melainkan konsumernya,” kata Indra.

Kejanggalan lainnya, petugas tidak menemukan ada bekas-bekas terjadi perampokan. Terakhir, dari laporan patroli polisi di Jalinsum ternyata dari sore hingga malam hari tidak ada kasus perampokan atau pun penodongan yang terjadi.

Hal itu terang Indra membuat penyidik menduga, laporan yang disampaikan tersangka adalah palsu.  Karenanya Dedi, kemudian didesak untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. Barulah kemudian tersangka mengaku, bukan dirampok melainkan memberikan keterangan palsu dengan maksud dapat asuransi dari sepeda motor yang telah diakuinya dirampok tersebut. “Karenanya tersangka langsung kita tahan satu jam setelah memberikan laporan, barang bukti (BB) sepeda motor Honda Beat kita amankan,” tukasnya.

 

TEKS          : SAUKANI

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *