Dalam Penerimaan Mahasiswa Baru, Diduga Ada Pungli di IAIN

Aksi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah saat melakukan orasi di depan kantor rektorat, Jumat (15/8). Mereka meminta Klarifikasi dan Transparansi tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT), yang baru diterapkan tahun ini. | Foto : Bagus Kurniawan

Aksi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah saat melakukan orasi di depan kantor rektorat, Jumat (15/8). Mereka meminta Klarifikasi dan Transparansi tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT), yang baru diterapkan tahun ini. | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah, Palembang mulai tahun ini menerapkan kebijakan  Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dengan kebijakan itu, sesuai aturan perundang-undangan maka tidak ada lagi pungutan lain yang dibebankan ke mahasiswa.

Namun ada sejumlah fakultas di IAIN Raden Fatah, yang diduga melakukan pungutan liar (pungli). Informasi ini diungkapkan mahasiswa IAIN Raden Fatah saat melakukan aksi di depan kantor rektorat IAIN Raden Fatah Palembang, Jumat (15/8).

“Kami bukan mempersoalkan penerapan UKT di IAIN, tetapi yang kami minta klarifikasi dan transparansi UKT di IAIN Raden Fatah. Kami berhak tahu klarifikasi UKT dan transparansi dana yang akan digunakan. Namun, kenyataannya kami tak tahu menahu,” kata Rahmad Hidayah, koordinator aksi.

Menurut Rahmad, sesuai Pasal 5 Peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 55 tahun  2013, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak boleh memungut uang pangkal dan pungutan lain kepada mahasiswa baru mulai tahun akademik 2014 ini kecuali hanya UKT.

“Kenyataannya informasi yang kami terima, ada sebagian fakultas yang memungut biaya lain setelah ditetapkannya UKT ini. Itulah kami menuntut agar rektorat, bertindak tegas kepada oknum tersebut,” pintanya.

Rektor IAIN Raden Fatah melalui Kepala Bagian Administrasi, Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Mirwan Fasta secara langsung menanggapi aksi mahasiswa ini. Ia menyebut, tahun ini kebijakan UKT mulai diterapkan di IAIN Raden Fatah.

“Ini baru pertama kita terapkan, sasarannya ialah tentu mahasiswa yang baru masuk dan tidak berlaku bagi mahasiswa lama. Kami tidak tahu, jika ada pungutan yang dilakuan sejumlah fakultas, kami akan cari buktinya. Jika itu benar, berarti melanggar UU dan akan kita proses lagi,” ucapnya.

Mirwan menerangkan, nominal biaya yang ada dalam UKT itu diusulkan dari kementerian. Secara sederhana UKT, adalah beban bagi mahasiswa untuk menjadi seorang sarjana. Secara periodik dibayarkan per semester. Penerapan UKT ini, konsekuensinya  tidak lagi pungutan akademik lainnya. Seperti, membayar almamater, uang PPL, KKN, bahkan wisuda.

“Kami akan tetap menjembatani, mengusung, dan mengawal aspirasi mahasiswa sekalian selagi bertujuan dengan kebaikan kampus kita ini. Untuk itu kita harus tetap saling berkoordinasi secara kontinyu,” tukasnya.

Untuk diketahui biaya UKT bagi mahasiswa baru 2014 dananya bervariasi antara Rp 1,2 juta, Rp 1,4 juta, Rp 1,7 juta dan Rp 2,5 juta, tergantung kebijakan fakultas masing-masing.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *