Ratusan Kotak Suara Dibuka Ulang di OKI

Ilst. Kotak Suara

Ilst. Kotak Suara

KAYUAGUNG – Sengketa Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) yang digugatkan pasangan calon presiden nomor urut 1 Prabowo-Hatta di Mahkamah Konstitusi (MK), rupanya juga termasuk adanya permasalahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Untuk itu, pihak penyelenggara pemilu di Bumi Bende Seguguk membuka sebanyak 302 kotak suara berdasarkan surat edaran dari KPU Pusat, Kamis (14/8).

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) OKI, Dedi Irawan SIp, didampingi Komisioner Divisi Logistik dan Bendahara, Idham Khalik SE mengatakan, pembukaan kotak suara itu berdasarkan atas persetujuan MK.

“Awalnya kami menerima perintah membuka 89 kotak suara, yang menurut KPU Pusat disengketakan. Namun ada informasi susulan kami diminta untuk mengambil data DPKtb dan DPTb yang terdapat pada 213 kota suara, sehingga total yang kami buka sebanyak 302 kotak,” ujar Dedi, kemarin.

Dia berkata, pembukaan ulang sebanyak 89 kotak suara yang telah disegel guna mengambil Formulir C-1,  DPTb, model A.5- PPWP, model A.T khusus PPWP dan model C7 PPWP. Pembukaan ulang kotak suara disaksikan Kasat Intelkam Polres OKI, saksi dari masing-masing pasangan calon presiden, Kesbangpolinmas dan  Panwaslu.

“Berdasarkan Surat Edaran KPU   tertanggal 8 Agustus 2014 tentang tindak lanjut ketetapan MK Nomor 1/PHPU-Pres/X11/2014, kami diperintahkan agar membuka kembali kotak suara untuk mengambil formulir C-1. Dalam gugatan tim Prabowo-Hatta disebutkan, terdapat perselisihan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKT) pada 89 TPS yang tersebar di 17 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten OKI,” jelasnya.

Seluruh formulir berkas yang diambil dari kotak akan dibawa ke KPU Provinsi Sumsel dan akan diberikan langsung kepada KPU Pusat.

“Karena formulir C-1, DPTb, model A.5- PPWP, model A.T khusus PPWP dan model C7 PPWP, akan dijadikan bahan atau alat bukti di persidangan MK. Jadi kami hanya menjalankan perintah dari KPU Pusat atas izin dari MK,” tegasnya.

Ucap Dedi, di OKI terdapat 1.329 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 18 kecamatan.

“Hasil rekapitulasi KPUD OKI, perolehan suara capres-cawapres nomor urut 1 Prabowo-Hatta: 230.650 suara, calon 2 Jokowi-Jk 191.662 suara, dari suara sah sebanyak 422.312 suara,” urainya.

Dedi berharap setelah dibukanya kotak suara masing-masing pihak puas dengan hasil Pilpres di Kabupaten OKI.

“Setelah diserahkan ke MK, kami berharap bahan tersebut nantinya dapat dijadikan alat bukti di persidangan MK, serta dapat menjadi salah satu acuan bagi MK untuk mengambil keputusan,” tambahnya.

Ditambahkannya, 89 kotak suara yang dibuka ulang, seperti TPS 1 Kecamatan Jejawi, tempat capres Hatta Rajasa mencoblos, kemudian beberapa TPS lain seperti di Kayuagung, Lempuing Jaya, Pedamaran dan beberapa kecamatan lainnya.

“Hanya satu kecamatan yang tidak dibuka ulang yakni Kecamatan Pangkalan Lampam. Proses pembukaan kotak suara ini kami lakukan di dua lokasi gudang penyimpanan yakni di Sekretariat KPUD dan di Gudang Uniski Kayuagung,” tandasnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *