KPU Banyuasin Buka Paksa Kotak Suara

Suasana Pembukaan Paksa Kotak Suara Oleh KPU Banyusain | Dok KS

Suasana Pembukaan Paksa Kotak Suara Oleh KPU Banyusain | Dok KS

BANYUASIN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuasin, harus membuka paksa kotak suara Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu dengan cara merusak gembok kotak suara tersebut, menggunakan gunting besi.

Itu dilakukan, karena banyak kunci gembok kotak suara Pilpres tersebut yang hilang. “Kita terpaksa lakukan itu, karena banyak kunci gembok yang tidak ditemukan.  Padahal kita harus segera membuka kotak suara ini,” kata Komisioner KPU Banyuasin Divisi Logistik, Agus Supriyanto, Kamis (14/8).

Agus menyebut, kotak suara tersebut dibuka sesuai dengan instruksi KPU RI melalui Surat Edaran Nomor 1468/KPU/VIII/2014, yang bersifat sangat segera. Isinya, KPU kabupaten/kota diminta untuk mengambil form model pemilih tambahan atau A4, A5, AT dan C7.

Semua data itu diminta KPU RI, untuk diserahkan paling lambat  Jumat (15/8). Karena data-data itu akan digunakan sebagai alat bukti untuk persidangan sengketa Pilpres yang disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK).  “Ada 1.818 kotak suara yang harus kita buka dan diambil beberapa form nya. Waktu yang singkat, membuat kita harus membuka paksa kotak suara tersebut,” terang Agus.

Ia yakin, hari ini semua kotak suara tersebut sudah dibuka sehingga KPU Banyuasin, bisa memenuhi deadline yang diberikan KPU RI. “Nantinya semua form yang kita ambil dari kotak suara itu, akan kita scan sebagai softcopy. Softcopy itu, kita akan kirim melalui email ke KPU RI,” bebernya.

Pantauan Kabar Sumatera, pembukaan kotak suara ini selain dihadiri semua Komisioner KPU Banyuasin juga Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Heri Ariansyah, Wakil Kepala Polres Banyuasin Kompol Doni Sembiring serta saksi dari dua pasangan calon  presiden-calon wakil presiden.

 

TEKS         : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *