Pemeriksaan Bupati Lahat Terkait Penyelewengan Dana Bansos Terhenti

Ilustrasi

Ilustrasi

LAHAT – Pemeriksaan Tim Tipikor Kejagung RI terhadap Syaifudin Aswari Bupati Lahat terkait penyelewengan dana Bansos kini terputus.

Informasi yang berkembang belum lama ini akan ada pemeriksaan kembali untuk Bupati Lahat oleh Tim Kejagung. Namun, sayang usai ditunggu tak satupun Tim Kejagung RI terlihat di Kantor Kejari Lahat.

Terkait kasus ini, Harian Umum Kabar Sumatera Biro Lahat mengirimkan surat konfirmasi ke Kejari Lahat dengan Nomor Surat 05/KS/Biro Lahat/2014 tentang konfirmasi mengenai tindak lanjut pemeriksaan Bupati Lahat oleh Tim Kejagung RI. Dua hari surat diserahkan, wartawan Kabar Sumatera Biro Lahat di telepon untuk bertemu dengan Kajari Lahat agar semua permasalahan yang ada di surat tersebut bisa dijelaskan sedetail mungkin.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Lahat Helmi menyebutkan, semua yang dilakukan oleh Tim Kejagung RI terhadap Bupati Lahat tentang penyelewengan dana bansos dan hibah, dirinya tidak mengetahui sama sekali. Sebab, ia hanya menyediakan tempat untuk pemeriksaan oleh Tim Kejagung RI terhadap Bupati Lahat.

“Kita hanya menyediakan tempat, kita sama sekali tidak mengetahui apa yang dilakukan Kejagung RI. Yang pasti jika mau mengetahui informasinya langsung konfirmasi ke Kejagung sana,” Helmi menyampaikan.

Kata Helmi, sebagai aparatur paling bawah, untuk materi dan tehnis yang dilakukan oleh Tim Kejagung RI tersebut ia tidak ikut, mereka hanya meminjam tempat saja. Apalagi masalah tehnis karena itu di luar kendali pihaknya.

“Harus ingat, proses yang dilakukan adalah proses peneyelidikan artinya full paket atau pengumpulan berkas. Saya minta pemahamannya agar tidak ada salah persepsi antara kita, saya tidak mengendalikan penyelidikan ini,” tegasnya.

Saat ditanya apakah Kejari lepas tangan? Helmi membantah keras bahwa pihaknya tidak pernah lepas tangan atau tidak mau tau apa yang dilakukan oleh Kejagung RI. Namun kalau soal pemeriksaan ini bukan ranah pekerjaannya, tetapi atasannya yakni Kejagung RI.

“Makanya saya tidak membalas surat Anda, karena saya ingin bertemu dan menjelaskan secara langung. Sekali lagi perlu diingat ini bukan pekerjaan saya melainkan tim dari Kejagung RI,” ungkapnya.

 

TEKS   : JUMRA ZEFRI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *