Pembayaran Uang Sertifikasi Macet

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

BANYUASIN – Lebih kurang seribu guru dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga SMA dan SMK di Kabupaten Banyuasin yang sudah lulus sertifikasi, hingga saat ini belum menerima dana sertifkasi.

Kondisi ini, tak pelak membuat tenaga pendidik tersebut kecewa. Padahal mereka sangat berharap dana sertifikasi dicairkan, untuk menutupi berbagai kebutuhan hidup.  “Dana itu sangat saya harapkan,  karena saya butuh biaya untuk memasukkan kedua anak saya sekolah lanjutan,” kata salah seorang guru di Banyuasin yang tidak mau disebutkan namanya ketika dibincangi, kemarin.

Menurut kepala sekolah ini,  karena dana sertifikasi itu belum juga cair, mau tidak mau ia harus meminjam uang panas untuk biaya sekolah kedua anaknya. Tak hanya untuk biaya sekolah anaknya, menurut sumber tersebut, rencananya uang sertifikasi itu dipakai untuk membayar angsuran kendaraan miliknya.

“Namun bagaimana lagi, untuk biaya sekolah anak saja saya harus meminjam uang dengan tetatangga. Jika sampai bulan ini uang sertifikasi itu tidak cair, mau tidak mau kendaraan yang saya pakai untuk bekerja harus disita orang,” keluhnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banyuasin, Merki Bakri yang dibincangi Kabar Sumatera, membenarkan belum cairnya dana sertifikasi tersebut. Menurutnya hal itu disebabkan terkendala dengan adanya pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Namun dana tersebut akan segera dibayarkan, sebab dananya sudah siap dan tinggal menuggu perintah bayar,” ucapnya sembari menambahkan dana yang belum terbayarkan itu adalah dana sertifikasi untuk Desember 2012 sebesar Rp.5,7 milyar.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Program dan Pembangunan Disdik Banyuasin, Sadiman menambahkan, dana sertifikasi untuk guru di Bumi Sedulung Setudung tersebut tinggal menunggu perintah bayar saja.

Jika perintah bayar sudah ada, maka akan segera dicairkan.  “Berapa besar dananya, saya tidak tahu persis begitu juga untuk tahun berapa. Yang pasti dananya sudah ada namun berkasnya belum siap, sehingga belum bisa dibayarkan,” tukasnya.

 

TEKS          : DIDING KARNADI

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *