Pagaralam Rawan Kekeringan

Ilustrasi | Net

Ilustrasi | Net

PAGARALAM – Sejumlah daerah di Kota Pagaralam, saat ini rawan kekeringan dan kesulitan air bersih terutama di tiga Kecamatan Dempo Selatan, Dempo Tengah dan Dempo Utara.

Pantauan di lapangan, minimnya debit air bersih bukan hanya sumur saja, ternasuk daerah hulu sungai pun mulai berkurang debitnya. Bahkan sebagian besar sudah banyak mengalami kekeringan.

“Sebagian besar warga Pagaralam memang menggunakan sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih, meskipun kedalamannya sudah mencapai 15 meter lebih. Meski begitu, kondisi yang ada saat ini pun sudah banyak kering,” ujar Nopi (34) warga Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara, Rabu (13/8).

Menurutnya, dalam memenuhi kebutuhan air bersih sejumlah warga mesti mengambil dari sungai yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal. Bahkan ada pula yang membeli guna memenuhi kebutuhan air bersih. Terutama yang tinggal di daerah lapangan terbang Kecamatan Dempo Selatan dan Kerinjing Dempo Utara.

“Debit air sungai besar seperti Lematang, Indikat dan Selangis sudah mulai berkurang setelah kemarau hampir tiga bulan lebih,” katanya.

Ia mengatakan, dampak kekeringan bukan hanya dirasakan warga yang tinggal diperkotaan saja dan termasuk di pedesaan.

Dia mencontohkan, hampir disetiap dusun sudah banyak sawah keringan dan termasuk untuk pendukung usaha kolam ikan air tawar.

“Kekeringan tahun ini agak terparah karena hampir sebagian besar sumber air di hulu sungai mengering, bahkan beberapa air terjun ikut terkena imbasnya,” ungkapnya.

Menurut dia, kalau posisi sekarang dari lima kecamatan sudah cukup banyak sumur kering.

Senada dikemukan Manto (45) warga Dempo Selatan lainnya, beberapa dusun yang berada di tiga kecamatan itu terutama yang berada di dataran tinggi mulai kesulitan mendapatkan air bersih terutama untuk kebutuhan makan dan minum.

“Jadi jangankan untuk mengairi sawah saja termasuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit, seperti minum, makan dan cuci,” ujarnya.

Ia menguraikan, diantara dusun yang rawan keketingan yaitu sebagian Dusun Talangkelapa, Bangun Rejo, Sedorejo, Tinggi Ari, Kecamatan Pagaralam Selatan.
Kemudian ditambah Dusun Bandar Jaya, Sumber Jaya, Dusun Muara Tenang, Rimba Candi, Kecamatan Dempo.

“Warganya harus mengambil air dibeberapa sumber mata air yang jarkanya mencapai dua kilomter dari pemukiman,” kata dia.

Terpisah, Wali Kota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni didampingi Kepala Dinas PU Ir Sunarto Rohim mengatakan, saat ini memang masih ada sebagian dusun di beberapa kecamatan itu mengalami kesulitan air bersih karena kemarau panjang, dan kebetulan sumur banyak kering sementara air bertsih belum terpasang.

“Kita akan upayakan pemasangan jaringan air bersih untuk mengatasi saat kemarau, dan sebagian bahkan sudah dilakukan pemsangan,” ungkap dia.

Ia mengatakan, memang ada daerah yang belum memiliki fasilitas air bersih, sehingga sangat berpengaruh bila terjadi musim kemarau.

“Namun demikian pemerintah juga setiap tahun memberikan bantuan untuk pemasangan fasilitas air bersih di beberapa daerah sehingga ditargetkan pada tahun 2014 ini seluruh wilayah sudah bisa terlayani,” jelasnya.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *