Kandidat Ketua DPD PDI P Sumsel, ESP Masih yang Terkuat

Eddy Santana Putra ( Ketua PDIP Sumsel )

Eddy Santana Putra ( Ketua PDIP Sumsel )

PALEMBANG – Sejumlah nama disebut-sebut bakal bersaing memperebutkan kursi orang nomor satu di DPD PDI Perjuangan Sumsel pada Konrensi Daerah (Konferda), yang akan diselenggarakan pada 2015 mendatang.

Namun menurut pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr Febrian, Eddy Santana Putra (ESP) yang sudah dua periode memimpin partai berlambang banteng gemuk dalam lingkaran itu di Sumsel, masih menjadi kandidat yang terkuat.

“Karisma Eddy di PDI Perjuangan Sumsel, belum ada yang mengalahkannya. Ia masih menjadi kandidat terkuat, walau pun saat ini tidak memiliki jabatan formal di pemerintahan,” kata Febrian yang dibincangi, Rabu (13/8).

Menurut Febrian, kuatnya pengaruh ESP di PDI Perjuangan di Sumsel itu bisa dilihat dengan tidak adanya gejolak selama kepemimpiannya. Menurut Febrian,  ESP memiliki kekuatan di PDI Perjuangan Sumsel sehingga wajar jika ia masih mencalonkan diri. Namun semua itu sebutnya, tergantung di internal PDI Perjuangan sendiri.

“Eddy memiliki nilai jual, selama periodeisasi kepemimpiannya tidak ada gejolak di PDI Perjuangan. Pemimpin itu, harus memiliki nilai jual tinggi disamping punya visi dan misi. Saya kira, itu dimiliki semuanya oleh Eddy dan belum ada yang mengalahkannya di PDI Perjuangan Sumsel,” terangnya.

Bagaimana dengan peluang dari luar internal partai ? menurut Febrian, peluang untuk calon dari internal partai sangat kecil. Ketika disinggung nama Sarimuda, sebagai salah satu calon dari internal partai,  Febrian menyebut peluangnya kecil.

“Itu tentu akan mendapatkan kecaman baik dari internal maupun diluar PDI Perjuangan. Tetapi jika Eddy dan PDI Perjuangan sendiri menginginkan Sarimuda, bisa saja itu terjadi,” ujarnya.

Dulu sebut Febrian, Eddy saat mencalonkan diri sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel juga dari luar struktural partai. “Sarimuda punya visi dan misi yang bagus, nilai jualnya juga cukup tinggi setidaknya ditunjukkan dalam Pemilukada Palembang lalu. Tetapi jika itu benar, cukup miris. Namun itu sah-sah saja,” tukasnya.

 

TEKS        : ARDH FITRIANSYAH

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *