BLH Sebar 200 Kotak Sampah di OKU Selatan

BLH Kabupaten OKU Selatan, menyebarkan 200 unit kotak sampah di sejumlah kawasan di kabupaten ini. Nantinya, pemilik rumah atau usaha yang dipasang kotak sampah, akan ditarik retribusi perbulannya. Foto: Fitri

BLH Kabupaten OKU Selatan, menyebarkan 200 unit kotak sampah di sejumlah kawasan di kabupaten ini. Nantinya, pemilik rumah atau usaha yang dipasang kotak sampah, akan ditarik retribusi perbulannya. Foto: Fitri

OKU SELATAN – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten OKU Selatan, menyebar sebanyak 200 kotak sampah di sejumlah kawasan di kabupaten tersebut. Tujuannya, untuk membangun kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

Selain itu menurut Kepala BLH Kabupaten OKU Selatan, Gunani, kotak-kotak sampah ini juga bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi OKU Selatan. Pasalnya, pengguna kotak sampah tersebut akan ditarik retribusi setiap bulannya.

“Sebelum dipasang, ada kesepakatan dulu dengan pemilik rumah atau tempat usaha yang akan dipasang kotak sampah tersebut. Jika mereka bersedia ditarik retribusi bulanan, maka kotak sampah itu akan dipasang,” kata Gunani ketika dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (13/8).

Ia menjelaskan, kotak sampah yang disebar tersebut terdiri atas dua jenis yakni kotak sampah untuk sampah basah bewarna kuning dan untuk sampah kering bewarna biru. “Pengadaan kotak sampah ini, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2014. Rencananya, kotak sampah itu akan ditempatkan di kawasan kolam Mina Kencana Kelurahan Bumi Agung, dan Kompleks perkantoran Pemkab OKU Selatan serta di Villa Seminung,” bebernya.

Gunani juga menjelaskan, sampai saat ini Kabupaten OKU Selatan belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memadai. Selain itu,  pengelolaan sampah pun belum dilakukan.

Kedepannya ia berharap kabupaten ini memiliki TPA yang refresentatif dan pengelolaan sampah. “Saya pernah melihat pengelolaan sampah di Malang, disana ada yang namanya bank sampah. Sampah-sampah tersebut dikelola, sehingga bisa memberikan nilai tambah. Ini juga berpengaruh dengan volume sampah yang dibuang ke TPA, disana hanya 20 persen saja sampah yang dibuang ke TPA,” bebernya.

Sementara itu , PPTK penggadaan kotak sampah, Amran menambahkan, BLH hanya bertanggungjawab terhadap pengadaan kotak-kotak sampah tersebut. “Sementara untuk penarikan retribusi, termasuk di titik-titik mana kotak sampah itu dipasang merupakan kewenangang Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM,” tukasnya.

 

TEKS         : FITRI

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *