BI Launching Perajin Songket

Bank Indonesia (BI) Wilayah VII melaunching pelatihan songket kepada 100 perajin songket di Palembang. | Foto ; Bagus Kurniawan

Bank Indonesia (BI) Wilayah VII melaunching pelatihan songket kepada 100 perajin songket di Palembang. | Foto ; Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Bank Indonesia (BI) Wilayah VII melaunching pelatihan songket kepada 100 perajin songket di Palembang, Rabu (13/8) di Kantor BI Wilayah VII, Palembang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII, R Mirmansyah mengatakan, tujuan dari launching ini tidak lain untuk mengembangkan potensi dari para perajin untuk tidak hanya menenun, tapi bisa melakukan proses kerajinan yang lain seperti membuat limar dan mencungkit.

Dengan lanching pelatihan ini diharapkan dapat lebih mengebangkan bagi para pelaku usaha songket. Dengan pelatihan jangka panjang ini diharapkan pengrajin benar-benar terlatih.

“Dengan pengetahuan yang mereka (perajin) ini diharapkan bisa menekan biaya produksi dan berdampak pada peningkatan margin (keuntungan) mereka sendiri,” katanya.

Bahkan, BI Wilayah VII akan bertanggungjawab hingga hasil akhir kerajinan karena produk ini akan dibeli dengan harga wajar yang kemudian akan dijadikan suvenir bagi nasabah dan para tamu.

“Karena produknya akan dijadikan souvenir tentu akan kami pilih yang  baik demi untuk mempertahankan reputasinya,” ujarnya.

Tidak hanya untuk souvenir, produk mitra binaan juga dapat dipamerkan ke outlet-outlet guna memasarkan produk ke jaringan yang lebih luas.

Dia menambahkan, langkah ini diambil untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah demi peningkatan  dapat  diikuti bank lain.

Ada beberapa sektor yang bisa menjadi perhatian bank dalam menyalurkan PKBL, antara lain sektor UMKM, utamanya yang memproduksi produk subsitusi impor.

“Itu sangat penting untuk menekan inflasi dan memperkuat perekonomian. Dengan demikian  penyalurannya akan tepat guna,” katanya.
TEKS    : AMINUDDIN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *