Awasi Anak, Orang Tua Wajib Kuasai Teknologi

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Di tengah perkembangan teknologi, orang tua wajib menguasai teknologi informasi.  Demikian dikatakan Tajuddin Hasbullah, S.Ag, MM, salah satu Pegiat Agama Islam di Palembang kepada Kabar Sumatera dalam perbincangan informal, Rabu (13/8).

Keharusan orang tua menguasai teknologi informasi ini, menurut mantan aktifis Pelajar Islam Indoesia (PII) Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi penting, karena di zaman sekarang, mayoritas anak-anak sudah bergaul dan berkomunikasi dengan teknologi. Oleh sebab itu, untuk melakukan pengawsan terhadap perilaku anak, setiap orang tua bukan sekadar memenuhi kebutuhan materi dan memantau keseharian secara fisik, tetapi juga penting melihat dan mengawasi alat komunikasi yang dimiliki. “Makanya, orang tua mau tidak mau harus menguasai teknologi, seperti HP, FB, BB, Twitter dan media sosial (Medsos) lainnya. Kalau tidak, dikhawatirkan alat teknologi yang dimiliki anak-anak akan diselewengkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tajuddin menyebutkan, sejumlah kasus akibat kejahatan melalui alat teknologi dan media sosial sudah banyak berjatuhan. Diantaranya yang menjadi korban adalah anak-anak remaja, terutama kaum perempuan. Sebagian lagi disebut Tajuddin terjadinya penipuan jual beli melalui media online. “Kita sudah banyak melihat bagaimana banyak korban itu. Untuk antisipasinya, disinilah orang tua harus ikut memantau, dan orang tua wajib mengetahui password HP, FB, BB dan Twitter  anak. Sebab kalau tidak bagaimana kita akan memantau kiriman pesan yang dikirim atau yang masuk,” tegasnya.

Minat Masih Minim

Sementara itu, Jum Herman, S.Ag, salah satu praktisi teknologi informasi di Muaraenim menyebutkan, hingga saat ini minat orang tua belajar teknologi masih minim. Alasannya, sebagian mereka tidak mau ribet karena sudah aada anak-nya yang bisa membantu menggunakan HP, FB, BB, Twitter dan lainnya. “Tapi menurut saya, dalam kondisi seperti sekarang, meski tidak menguasai, namun orang tua tetap wajib punya pengetahuan. Minimal tidak gagap teknologi (gaptek) terhadap dunia media online,” ujarnya, Rabu (13/8).

Menurut alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muaraenim ini, untuk mendorong penguasaan teknologi bagi kalangan orang tua dan juga guru, Jum mengatakan perlunya partisipasi sejumlah pihak, baik sawsta maupun pemerintah. “Kalau hanya disuruh latihan atau kursus tanpa ada desakan dari lembaga, biasanya agak susah. Makanya perlu adanya satu wadah atau event-lah yang bisa memancing minat mereka yang dilakukan oleh pemeirntah atau pihak swasta. Bisa melalui lomba, kursus singkat atau apa saja. Sebab ke depan teknologi akan semakin maju, jadi orang tua wajib mengetahui teknologi informasi,” tambahnya.

Terpisah, Drs Candra Darmawan, M.Hum, akademisi IAIN Raden Fatah Palembang mengatakan, dalam upaya mengantisipasi dampak buruk teknologi informasi di kalangan anak, menjadi tanggungjawab semua pihak. Oleh sebab itu, melibatkan guru dan orangtua secara bersama dalam upaya penguasaan teknologi di kalangan orang tua dan praktisi pendidikan menjadi keharusan.

“Diharapkan dengan kebersamaan tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan dan tanggung jawab bersama pihak sekolah dan orangtua terhadap dampak buruk dari teknologi informasi. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak kita,” katanya kepada Kabar Sumatera, rabu (13/8).

 

TEKS    : SISWANTO/AHMAD MAULANA

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *