1.500 Unit Rumah Bakal Dibedah

Ilustrasi Rumah | Dok KS

Ilustrasi Rumah | Dok KS

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK) Palembang, Rabu (13/8), mulai merealisasikan program bedah rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Ada 1.500 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di kawasan Seberang Ulu (SU) Seberang Ilir, akan dibedah. Rinciannya menurut Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo, di kawasan SU sebanyak 1000 unit rumah sementara di SI ada 500 unit rumah.

“Nantinya, bantuan yang diberikan tidak dalam bentuk uang tetapi bahan bangunan. Masyarakat yang mendapatkan bantuan ini, adalah masyarakat yang rumahnya tidak layak huni dan tidak mampu,” kata Harnojoyo di Kelurahan 15 Ulu.

Menurut Harno, masing-masing MBR akan mendapatkan bantuan senilai Rp 10 juta. Dananya sebut dia berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang 2014 dan bantuan dari pemerintah pusat. “Dari APBD, kita anggarkan Rp 10 miliar. Sementara bantuan dari pemerintah pusat, senilai Rp 5 miliar sehingga total dananya Rp 15 miliar,” terang Harnojoyo.

Ia berharap pelaksanaan program tersebut, bisa diawasi semua pihak. Sehingga program tersebut, benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Harno menambahkan, program bedah rumah ini adalah salah satu cara pemkot untuk mempertahankan Palembang sebagai kota yang layak huni.

“Dari 500 ribu kabupaten/kota di Indonesia, Palembang masuk tujuh besar kota layak huni di Indonesia, berdasarkan penilaian Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP). Hal itu karena, Palembang telah menunjukkan kemajuan dalam hal perbaikan infrastruktur, utilitas, ruang publik, aksesibilitas, transportasi, dan lainnya,” ulasnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Dinas PU CK Kota Palembang,  Albert Medianto menyebut ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan dana bantuan dalam program tersebut.

Persyaratannya jelas dia, memiliki surat tanah, pendapatan kurang dari Rp 2 juta per bulan, fisik rumah memang tidak layak, dan lainnya. “Yang melakukan pendataan adalah kelurahan dan kecamatan serta Dinas PU CK. Intinya warga yang dapat bantuan ini memang miskin,” ucapnya.

Menurut Albert, bahan bangunan yang diberikan bagi MBR untuk bedah rumah itu juga tidak sama, tergantung kerusakan rumah itu. “Karena MBR banyak gunakan rumah kayu, maka bahan bangunan yang diberikan juga menggunakan bahan yang sama. Saat ini, sudah ada 10 unit rumah yang selesai dibedah. Kita targetkan pada akhir Desember nanti, program ini tuntas,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *