Warga Panik Ratusan Ayam Mati Mendadak

Ilustrasi Peternakan Ayam

Ilustrasi Peternakan Ayam

MARTAPURA – Warga di Desa Bukit Napuh, Kelurahan Bukit Sari, Kecamatan Martapura Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT)  mendadak panik dan heboh saat melihat ratusan ayam mereka mati secara mendadak. Padahal sebelumnya, kondisi ayam mereka terlihat sehat dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda sakit.

Kejadian ayam mati tersebut terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang sangat singkat. Menurut Muji (47), warga sekitar, matinya ayam peliharannya terjadi sekitar Sabtu akhir pekan lalu. Dimana seluruh ayamnya mati secara mendadak. Ironisnya, dirinya dan warga sekitar tidak mengetahui penyebab matinya ayam itu.

“Saya sendiri bingung, tidak ada penyakit kok tiba-tiba mati. Kalau kena flu burung, kita tahu ada gejalanya seperti mulut berbusa, atau kalau ayam kena penyakit tetelo biasanya karena dingin akibat musim penghujan dan ayam selalu diam seperti tidur. Kalau ini tidak ada tanda sama sekali, tiba-tiba mati,” ujarnya mengisahkan.

Hanya saja diakui Muji, sebelum ayamnya mati, terlebih dahulu ayam berputar dan menabrak apapun yang ada di hadapannya. Setelah berputar barulah ayam mati terkapar.

“Inilah yang membuat kita bingung, anehnya lagi bukan hanya ayam saya saja, tapi ayam tetangga sekitar sini juga banyak yang mati, baik ayam kampung, ayam bangkok maupun ayam negeri. Kalau ditotal jumlahnya mencapai ratusan ekor,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Fajar, warga yang sama. Menurutnya, sampai saat ini warga belum mengetahui penyebab matinya ayam tersebut. Warga yang merasa khawatir lebih memilih mengubur bangkai ayamnya. Sementara sebagian diantaranya langsung membuang jauh bangkai ayam yang mati ke tempat pembuangan sampah di luar desa mereka.

“Kalau tahu ayam mau mati, lebih baik kita jual semua saat lebaran kemarin. Bahkan ayam bangkok saya sempat mau dibeli orang, Rp200 ribu, tapi tidak dijual. Sekarang malah ayam saya mati,” sesalnya.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) OKU Timur, Ir Santio MM melalui drh Irsadi saat dikonfirmasi, Senin (11/8/2014) mengatakan, matinya ayam tersebut disebabkan karena faktor perubahan cuaca atau cuaca ekstrem. Sementara, Disnakkan OKU Timur sampai saat ini belum menerima laporan dari masyarakat.

“Kita akan turun ke lokasi melakukan pengecekan jika ada laporan masyarakat,” katanya.

 

TEKS    : MUSLIM

EDITOR   : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *