Tindak Angkutan Batubara Bandel, Gubernur Dibuat Bingung

Alex Noerdin Gubernur Sumsel | Dok KS

Alex Noerdin Gubernur Sumsel | Dok KS

PALEMBANG – Masih banyaknya truk batubara yang melintas di jalan umum, padahal sudah dilarang melintas membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, kebingungan. Segala cara sudah dilakukan, agar truk pengangkut batubara ini tidak lagi melintas namun tetap saja banyak yang membandel.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyebut pemerintah bersama aparat telah berusaha mencegah bahkan menindak truk batubara, yang tetap saja melintas di jalan umum. Hanya saja pemerintah kata Alex, masih mencarikan solusi terbaik dalam waktu dekat.

“Saya tidak bisa bicara lagi. Sebab segala cara telah dilakukan, dan kita sudah sangat tegas menindak truk yang ada di jalan umum,” kata Alex yang dibincangi usai penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan di DPRD Sumsel, Senin (11/8).

Jalan alternatif yang ditargetkan selesai pun, molor. Pihak swasta yang ingin menggarap jalan khusus itu yakni PT Servo, masih meneliti kelaikan jalan dan nilai investasi, bila membuat jalan khusus truk batubara.

Menyangkut rencana yang terhambat itu, Alex mengaku belum banyak berkomentar kecuali masih memikirkan solusi terbaik. “Saya cari jalan keluar, barangkali kita minta instansi yang kuat selain dari jakarta yang turun tangan,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel berencana menerapkan tilang di tempat, bagi angkutan batubara yang melintas di jalan umum.

Kepala Dishubkominfo Sumsel, Musni Wijaya mengatakan, pihaknya akan bekerja sama beberapa pihak terkait seperti kepolisian, pengadilan dan kejaksaan. “Kita sudah buat surat ke pengadilan untuk membuat surat tilang denda maksimal dan saat ini sedang dikaji,” ucapnya.

Menurut Musni, tilang di tempat dengan denda maksimal dimaksudkan membuat efek jera bagi sopir dan pengusaha angkutan batubara yang membandel. “Mudah-mudahan dapat meminimalisir jumlah angkutan truk batubara yang melintas di jalan umum,” sebutnya.

Selama ini penertiban truk angkutan batubara kucing-kucingan dengan petugas. Saat akan dirazia, para sopir dan pengusaha batubara tidak mengoperasikan kendaraan. Bahkan, agar angkutan batubara lancar, mereka bergerak dan melintasi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) pada malam hari. “Semacam buah simalakama. Jalan khusus untuk mereka belum juga dioperasionalkan. Kalau jalan itu sudah selesai, tidak bisa ditolerir lagi,” tukasnya.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *