Pengawas Jembatan Harus Teliti

Proses pengerjaan serta perawatan pasca pembangunan Jembatan merupakan hal yang krusial.| Foto ; Iwan Cheristian

Proses pengerjaan serta perawatan pasca pembangunan Jembatan merupakan hal yang krusial.| Foto ; Iwan Cheristian

PALEMBANG – Pusat Pembinaan Kompetensi Pelatihan Kontruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK), meminta agar seluruh konsultan yang menangangi pengerjaan Jembatan untuk mengawasi penuh proses pembangunan hingga ke perawatannya.

Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi Pelatihan Kontruksi Kementerian PU CK, Masrianto menegaskan, proses pengerjaan serta perawatan pasca pembangunan Jembatan merupakan hal yang krusial.

“Pengawasan itu dilakukan lebih ditekankan pada teknik mengontrol rangkaian secara teknis yang harus dilakukan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang belaku,” katanya di Kantor Dinas PU CK Sumsel, Senin (11/8).

Sedangkan untuk pengawasan perawatan lanjutnya, dilakukan dengan memonitoring kondisi bangunan setiap hari. “Laporkan jika ada kerusakan,” imbuhnya seraya menyebut ada ribuan jembatan di Indonesia yang harus diawasi dengan ketat agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

Sementara, Pelaksana Pembinaan Kompetensi Pelatihan Kontruksi Jembatan Kementerian PU CK, Murdoko menegaskan, pemerintah pusat terus memberikan pengajaran terhadap seluruh konsultan terhadap para para pelaku jasa kontruksi serta pengawas jembatan agar fasilitas ini bisa digunakan dengan maksimal.

Menurutnya, kendala yang mengganjal saat ini adalah terbatasnya anggaran. Akibatnya, perawatan dan pengawasan itu selama ini kurang maksimal. “Biaya pemeliharaan jembatan tidak murah. Kita mencontohkan, jika ada baut jembatan yang kendor itu harus diganti. Jika dibairkan tentunya jembatan tidak akan bertahan lama, mengingat jembatan yang selalu terpakai dan bergerak,” ujarnya.

Murdoko menegaskan, merawat sebuah jembatan yang dilintasi oleh ribuan kendaraan bermotor bukanlah hal yang mudah. Sejumlah resiko sudah menghadang didepan mata, baik itu jembatan besar ataupun jembatan kecil.

“Jika  jembatan pendek mungkin faktor resiko lebih kecil namun kalau panjang tentu harus mengutamakan keselamatan para pekerja. Contohnya lagi, proses pengecatan ulang jembatan, para pekerja harus menggunakan penggantung badan. Untuk angka itu bervariasi tergantung jembatannya, itu bisa sampai Rp 300 ribu per/meter sedangkan untuk baut bisa sampai Rp 500 ribu/meter,” tukasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *