Pakai Ijazah Bodong, Anggota DPRD Dipolisikan

ijazah

PALEMBANG – Diduga lantaran telah menggunakan ijazah palsu (Bodong), dua oknum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muratara, dilaporkan LSM yang bernama Gerakan Pemuda Mahasiswa Masyarakat Musi Rawas/Musi Rawas Utara (GP3M), ke Polda Sumsel Senin (11/8) kemarin.

Dalam orasi massa yang berjumlah puluhan orang  ini digelar tepat di tepi Jalan Jenderal Sudirman di depan Mapolda Sumsel. Tak ingin menganggu arus lalu lintas, para orator berdiri di trotoar sembari meneriakkan tuntutan mereka.

Massa yang mayoritas pria ini membentang spanduk saat menyuarakan tuntutan. Tertera dalam spanduk, mereka berharap polisi menindak dua oknum anggota DPRD Muratara yang terindikasi menggunakan ijazah palsu.

“Kita melaporkan dugaan ijazah palsu yang dibuat oleh Ahmad Bastari dan Edi Sukamto saat menjadi caleg. Kami meminta agar Kapolda Sumsel mengusut tuntas penggunaan ijazah palsu yang dilakukan oleh dua oknum DPRD Musi Rawas / Murata itu,” kata kordinator aksi, Reza Fahlevi.

Dilanjutkan Reza, kedua oknum anggota dewan itu sebelumnya mencalonkan diri di Dapil 5 dan 6 Muratara. Mereka dari Partai Hanura. Indikasi ini terungkap dari hasil investigasi yang telah

dilakukan GP3M Sumsel. Karena dari kedua ijazah kedua oknum tersebut terdapat kejanggalan.

Orasi GP3M diterima oleh AKPB Ali Ansori selaku Kasubdit Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumsel. Dikatakan Ali, pihaknya menerima aspirasi massa aksi dan apa yang menjadi tuntutan massa aksi akan diteruskannya ke Kapolda Sumsel.

“Kita terima aspirasinya. Agar dugaan kasus ini dapat diproses kita harap massa aksi melalui perwakilanya membuat laporan ke SPKT Polda Sumsel,” tutupnya.

 

TEKS    : Oscar Ryzal

EDITOR   : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *