Mantan Dirut RSUD Banyuasin Segera Disidang

Ilustrasi

Ilustrasi

PANGKALAN BALAI – Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyuasin, dr Libriansyah dan Kamis Iswandi (mantan Kabag TU RSUD Banyuasin) yang menjadi tersangka kasus dugaan penipuan pengadaan dan pembangunan fisik di RSUD Banyuasin pada 2012 lalu, siap disidangkan.

Menurut Hapit Suhandi SH MH MM selaku Kasi Pidum Kejari Pangkalan Balai, Senin (11/8/2014), meski berkasnya masih dalam proses melengkapi, namun dalam waktu dekat ini akan segera dirampungkan dan segera disidangkan. Sedangkan tersangka lainnya, Kamis Iswandi, berkasnya sudah lengkap alias P 21, dan dalam minggu ini segera disidangkan di PN Sekayu.

Hapit saat ditanya bahwa kedua tersangka masih bebas, ia menjelaskan, kedua tersangka tidak ditahan karena keduanya ada penjaminnya. Tersangkanya berstatus PNS dan sehari-hari berdinas. “Jadi, mana mungkin melarikan diri. Intinya, Kejari Pangkalan Balai serius menangani kasus ini dan menjaga nama baik Polres Banyuasin,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP Akhmad Ikhsan, melalui Kasat Reskrim Iptu Harmianto SH M.Si mengatakan, Apriansyah selaku pemilik CV Ade Putra beberapa waktu lalu melaporkan Kamis Iswandi dan dr Libriansyah atas penipuan pengadaan dan pembangunan fisik di RSUD Banyuasin pada 2012.

Ketika itu, dr Libriansyah meminta Kamis Iswandi mencari rekanan untuk pembangunan selasar RSUD Banyuasin, pengadaan 4 unit tedmond dan beberapa alat kesehatan (alkes) dengan total kurang lebih Rp670 juta. Namun, setelah semua dipenuhi dan sudah dibangun, terlapor tidak juga mengucurkan dana yang menjadi hak dari pelapor (Apriansyah, pemilik CV Ade Putra)

“Padahal, dana tersebut sudah ada, namun tidak kunjung dicairkan. Merasa ditipu oleh yang bersangkutan, maka pelapor melapor ke Mapolres Banyuasin. Kasus ini sudah lama. Sebelum menetapkan yang bersangkutan menjadi tersangka atas kasus tersebut, pihaknya terlebih dahulu menetapkan satu tersangka lainnya, yaitu mantan Kasubag TU RSUD Banyuasin, Kamis Iswandi. Kelengkapan berkas dan tersangkanya sendiri sudah kita serahkan ke Kejaksaan Negeri,” jelasnya.

Ditambahkannya, saat penyerahan berkas tersangka Kamis Iswandi, pihak kejaksaan meminta peningkatan status dr Libriansyah yang sebelumnya hanya saksi untuk dijadikan tersangka, guna melanjutkan penyelidikan kasus tersebut.

Kejari Pangkalan Balai menganggap dr Libriansyah menjadi pihak yang bertanggung jawab atas laporan tersebut. Dan, dr Libriansyah sendiri sudah dipanggil sebanyak dua kali ke Mapolres Banyuasin. Namun yang bersangkutan selalu mangkir. Terakhir, yang bersangkutan melalui pengacaranya melampirkan surat keterangan sakit dari RS Pusri, jika dr Libriansyah sedang sakit.

“Artinya, kami akan melayangkan surat panggilan ketiga dalam pekan ini. Jika bandel, akan ada penjemputan paksa,” tegasnya

 

TEKS    : DIDING KARNADI

EDITOR   : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *