Konflik Internal di DPP Golkar, Golkar Sumsel Pilih “Diam”

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Pasca pemilihan presiden (Pilpres),  konflik internal terjadi di Partai Golkar. Setelah sejumlah kader dan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai berlambang pohon beringin tersebut, mendesak DPP Partai Golkar menggelar Musyarawarah Nasional (Munas) dipercepat, konflik kian memanas dengan dipecatnya sejumlah kader partai tersebut diantaranya Agung Laksono.

Pemecatan Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) itu dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPP Partai Golkar mendapatkan berbagai tanggapan. Bagaimana di Sumsel ? DPD Partai Golkar Sumsel, lebih memilih diam dan tak mau terlibat dalam konflik tersebut.

Ketua DPD Partai  Golkar Sumsel, Alex Noerdin yang dibincangi usai rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (11/8), tidak mau berkomentar dengan pemecatan Agung Laksono tersebut. “No coment, itu urusan pusat. Sumsel belum ambil sikap,” kata Alex.

Terpisah, Sekretaris DPD Golkar Sumsel, Herpanto juga tidak mau berkomentar dengan pemecatan Agung Laksono tersebut. Menurutnya, itu urusan DPP. Apapun langkah atau keputusan yang diambil oleh DPP, tentu sudah sesuai dengan pertimbangan yang matang. Yang tahu alasannya kenapa dan mengapa harus dicopot, itu DPP. Sumsel nggak ikut urusan itu,” terang Herpanto.

Bagaimana dengan desakan Munas dipercepat ? Herpanto menegaskan, Golkar Sumsel tetap berpegangan dengan hasil Munas 2008 lalu. Putusan Munas 2008 menyebutkan kalau Munas Golkar selanjutnya baru akan digelar 2015 bukan tahun ini.  ” Munas itu kan sudah diagendakan, ketika Munas 2008. Sehingga kita tidak setuju, usulan Munas dipercepat,” terang Herpanto.

Herpanto menjelaskan, Munas merupakan keputusan tertinggi. Sehingga semua kader maupun pengurus, harus tunduk dengan putusan tersebut. “Kita tidak tahu apa alasan, sejumlah kader dan daerah yang menginginkan Munas dipercepat. Golkar Sumsel, sampai saat ini masih mendukung kepemimpinan Abu Rizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar,” tukasnya.

 

TEKS         : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *