Duh, Tiga Bocah Dicabuli Sekaligus

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

EMPAT LAWANG – Tua-tua keladi, sudah tua semakin menjadi. Mungkin pepatah ini yang tepat dialamatkan ke Jauhari (60), warga Desa Talang Durian, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Empat Lawang ini.

Bagaimana tidak diusianya yang terbilang senja, bukannya justru memperbanyak dengan kegiatan-kegiatan agama namun justru tega mencabuli tiga bocah dibawah umur sekaligus dalam satu tempat.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, aksi bejat tersangka dilakukan di rumah miliknya di desa setempat. Saat itu ketiga korban yaitu WPS (8) warga Desa Talang Durian, LN (8) warga Desa Macang Manis dan DP (9) warga Talang Durian,  sedang bermain didekat rumah tersangka.

Untuk memuluskan niatnya tersangka mengajak ketiga bocah itu menonton TV di rumahnya, tanpa curiga ketiga bocah itu pun mengikuti bujukan kakek bejat ini. Saat berada di dalam rumahnya itulah, Jauhari melakukan tindakan asusila terhadap ketiga korban secara bergantian.

Kejadian itu berlangsung Juni lalu, namun baru dilaporkan orang tua korban, Sabtu (9/8) lalu sekitar pukul 20.00 WIB ke Polsek Talang Padang. Mendapatkan laporan tersebut, tak butuh waktu lama bagi petugas untuk langsung bergerak dan membekuk tersangka dari kediamannya.  Dari pengakuan tersangka, petugas tidak menemukan adanya kelainan seksual ataupun kejiwaan, bahkan tersangka masih memiliki keluarga.

Kepala Kepolisian Resort (Polres) Empat Lawang, AKBP M Ridwan melalui Kepala Polsek Talang Padang, AKP Nasrullah didampingi Kanit Reskrim, Brigpol Arianto saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut.

Saat ini terang Arianto, tersangka sudah diamankan di Mapolsek Talang Padang. “Tersangka mencabuli tiga anak dibawa umur. Setelah mendapatkan laporan keluarga korban, tersangka kita amankan dari rumahnya,” terang Arianto, Senin (11/8).

Saat ini sambung Arianto, pihaknyamasih menyelediki apakah ada korban lain yang dicabuli oleh tersangka. “Kita belum tahu, sekarang masih dalam penyeledikan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) Empat Lawang, Iis Juairiyah menyebut kejahatan yang dilakukan tersangka tidak bisa ditolerir. Ia meminta agar kepolisian, menjerat tersangka dengan hukuman seberat-beratnya.

Sebab, akibat kejadian itu bisa saja mempengaruhi mental dan psikis anak tersebut. “Polisi harus menghukumnya dengan berat, dampaknya sangat besar terhadap masa depan si anak,” tukasnya.

 

TEKS         : SAUKANI

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *