Tanjung Enim Terancam Jadi Kota Sampah

Aktivitas Pengolahan Sampah di TPA

Aktivitas Pengolahan Sampah di TPA | Dok KS

MUARAENIM – Kota Tanjung Enim, kini terancam jadi kota sampah. Pasalnya, berbagai titik tumpukan sampah ditemukan. Tumpukan sampah itu, dibiarkan tidak terangkut sehingga menimbulkan bau tak sedap.

Kondisi ini disebabkan kesadaran warga untuk membuang warga pada tempatnya, yang masih rendah diperparah Tempat Pemungan Akhir (TPA) Bukit Kendi, yang sudah penuh sehingga sampah-sampah tersebut tidak bisa dibuang ke TPA.

Camat Lawang Kidul, Asarli Manudin mengaku sudah meminta UPTD Kebersihan untuk mengangkut sampah-sampah yang menumpuk dipinggi jalan dan kawasan lainnya. Namun menurut Asarli, sampah tersebut masih dibiarkan menumpuk.

Menurut Asarli,  sejak ditutupnya TPA Bangko, pemerintah sudah menyediakan lahan untuk di kawasan Bukit Kendi, dengan luas enam hektar. “Lahan itu disiapkan untuk pengganti TPA Bangko, jika memang ada kendala pada anggaran harusnya mereka meminta dianggarkan. Jangan dibiarkan sampah menumpuk, seperti saat ini,” keluhnya.

Kepala UPTD Kebersihan dan Pertamanan Lawang Kidul, Umar Thoyib yang dibincangi terpisah mengaku, tumpukan sampah tersebut tidak bisa diangkut ke TPA sebab TPA Bukit Kendi saat ini sudah penuh oleh tumpukan sampah.

“Lahan di TPA Bukit Kendi memang ada enam hektar, namun hanya satu hektar yang bisa digunakan. Lima hektarnya, masih berupa hutan belukar, sehingga tidak bisa digunakan,” jelasnya.

Dengan luas lahan hanya satu hektar tersebut tentu saja sebut dia, tidak bisa menampung semua sampah dari Tanjung Enim. Selain persoalan itu terangnya, UPTD Kebersihan dan Pertamanan Lawang Kidul juga kekurangan fasilitas dan petugas kebersihan.

Saat ini jelasnya, UPTD Kebersihan hanya memiliki lima unit truk pengangkut sampah. Dari lima unit truk tersebut hanya tiga unit saja yang beroperasi, dua unit lainnya masih dalam perbaikan.

“Sementara motor sampah yang kita miliki, bertugas untuk mengangkut sampah dari pelanggan. Inilah kenapa ada beberapa titik tumpukan sampah, yang tidak bisa terangkut,” bebernya.

Namun sejumlah warga yang dibincangi Kabar Sumatera, tetap menyayangkan banyaknya tumpukan sampah di Tanjung Enim yang tidak terangkut. Mereka menyebut, kinerja UPTD Kebersihan Lawang Kidul yang tidak maksimal.

“Petugas sampah itu hanya sibuk melayani pelanggannya. Sampah-sampah yang menumpuk di pinggir jalan, dipinggir sungai, dan di lahan-lahan kosong dibiarkan saja,” tuding Supriyadi (35), warga Pasar Tanjung Enim.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *