Sumsel Berpotensi Dimasuki Anggota ISIS, Polisi Waspadai Imigran Timur

Militan ISIS | Foto : Nbcnews.com

Militan ISIS | Foto : Nbcnews.com

PALEMBANG – Upaya antisipasi dan pencegahan menyebarnya organisasi Islam State of Iraq and Syria (ISIS) di Sumatera Selatan (Sumsel) , Polda Sumsel mewaspadai setiap imigran Timur yang akan masuk Palembang. “Jika dirasa tidak memiliki dokumen lengkap, imigran teersebut akan diamankan sebelum dideportasi ke negara asalnya,” ujar Kapolda Sumsel, Irjen Pol Saud Nasution, belum lama ini di Palembang.

Oleh sebab itu, menurut Saud, semua imigran yang akan masuk ke Palembang akan teliti. “Imigran-imigran Timur dari Afganistan, Palestina, Pakistan, dan sebagainya akan kita teliti secara saksama jika nantinya dijumpai di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Kita akan lakukan ini dengan bekordinasi bersama pihak imigrasi dan bea cukai,” tegas Saud.

Sampai saat ini, ungkap Saud, Polda Sumsel serta instansi terkait belum menemukan adanya imigran Timur yang tiba di Bandara SMB II Palembang. Begitu juga dengan pantauan yang dilakukan dari jalur darat dan jalur air.

Sejak merebaknya pemberitaan soal ISIS di Indonesia, lanjut Saud, Polda Sumsel dan jajaran sudah melakukan berbagai upaya demi mencegah masuknya organisasi ilegal itu di Sumsel. “Salah satunya dengan menyebar intelijen untuk memantau langsung di lapangan kalau-kalau ada oknum yang sudah mencoba mengajak bergabung,” tambahnya.

Saud menegaskan, Sumsel sangat besar kemungkinan disinggahi oleh imigran Timur. Terlebih, kebanyakan imigran Timur tujuannya adalah mendatangi Australia. Karena sebagai salah satu daerah transit, Sumsel bisa menjadi tempat persinggahan imigran Arab tersebut. “Bisa saja mereka hanya singgah untuk selanjutnya berangkat menuju negara tujuan. Atau, pura-pura menjadi turis. Bisa juga mereka membentuk suaka dengan tinggal secara diam-diam. Ini yang sangat kita waspadai,” tegas Saud.

Bagi imigran Timur yang akan langsung ke Australia, Saud menduga mereka akan memakai transportasi air. Caranya, mereka menumpang perahu nelayan mengingat akan diperiksa secara ketat jika mereka menumpang kapal yang harus membutuhkan identitas.

Untuk itulah, Polda Sumsel bekoordinasi dengan instansi terekait seperti Imigrasi Palembang. Ia berharap, pihak imigrasi bisa langsung memberi laporan jika mendapati adanya imigran Timur, terlebih mereka yang tidak memiliki identitas lengkap.

“Kita imbau kepada masyarakat, jika sudah ada yang mencoba merayu bergabung ISIS, laporkan segera ke polisi. Organisasi itu haram, seperti yang ditegaskan oleh Majelis Ulama Indonesia,” kata Saud.

 

TEKS      : OSCAR RYZAL
EDITOR   : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *