Kumpulkan Tokoh Masyarakat, Polres Pagaralam Antisipasi Paham ISIS

Militan ISIS | Foto : Nbcnews.com

Ilustrasi Militan ISIS | Foto : Nbcnews.com

PAGARALAM – Terkait mulai timbulnya paham ISIS (Islamic State Irak Suriah) di Indonesia, jajaran Kepolisian Resort (Polres) Kota Pagaralam, kumpulkan seluruh tokoh masyarakat Kota Pagaralama. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran paham dimaksud di Bumi Besemah ini, terutama di daerah pelosok desa. Demikian dikemukakan Kapolres Kota Pagaralam AKBP Saut P Sinaga SIK didampingi Kasat Intelkam AKP Hendro SH, Ahad (10/8).

Kata Saut, saat ini memang belum ada indikasi warga Pagaralam yang terlibat jaringan paham ISIS, seperti disejumlah daerah yang ada di indonesia. Kendati demikian, rencananya hari ini Senin (11/8), Polres Kota Pagaralam akan mengundang seluruh tokoh masyarakat dan agama di Kota Pagaralam.

“Ya, kita perlu mengantisipasi hal itu dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti tokoh masyarakat dan agama, termasuk nantinya dari jajaran Pemerintah Kota,” kata Saut.

Pembahasan paham ISIS lanjutnya, lebih di fokuskan kepada pencegakan. Mengingat paham tersebut belum ada warga Pagaralam yang diduga terlibat ikut paham yang melakukan tindakan di luar batas kemanusiaan tersebut.

“Para tokoh masyarakat yang diundang seperti dilingkungan NU, Muhamadiyah, MUI, LDII dan termasuk tokoh adat,” ujarnya.

Meski begitu kata Saut, paham itu cukup cepat menyebar, karena ada istilah yang cukup mudah melekat dikalangan masyarakat awam yang terlalu fanatik dengan ajaran agama yaitu jidad.

“Paham ISIS tergolong mudah menyebar dan cukup banyak yang ingin bergabung termasuk mengikuti paham ini, meskipun menyesatkan dan dilarang menyebar di Indonesia,” jelasnya.

Ia menguraikan, memang ada daerah-daerah yang rawan penyebaran khususnya daerah pelosok yang masyarakatnya masih kurang pemahaman tentang informasi.

“Bagaimana tidak, paham ini dikemas dalam bentuk peningkatan jihad untuk kepentingan agama tertentu,” terangnya seraya berujar pengawasan mesti ditingkatkan terhadap munculnya jamaah atau aliran ISIS di berbagai mesjid atau tempat pengajian, termasuk kemungkinan penggunaan tempat-tempat tertentu di dalam masyarakat.

Terpisah, Kepala Badan Kesbang dan Pol setempat, Saidi Amrullah S.Sos mengatakan, memang perlu melakukan atisipasi penyebaran paham ISIS bagi masyarakat Pagaralam. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan dan keresahan bila paham itu muncul.

“Paham ini tergolong cukup radikal dengan membunuh sesala muslim, sehingga perlu diantisipasi penyebaranya. Apalagi dikalangan masyarakat yang fanatik agama, karena moto mereka adalah jihad,” sebutnya.

Upaya mengundang tokoh agama dan masyarakat tambahnya, merupakan langkah cepat untuk pencegahan jangan sampai paham ISIS bisa masuk ke Pagaralam.

“Semoga langkah pencegahan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, tanpa mengalami kendala yang berarti,” hendaknya.

 

TEKS     : ANTONI STEFEN
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *