KPU Sumsel Buka 951 Kotak Suara

Ilst. Kotak Suara

Ilst. Kotak Suara

PALEMBANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), membuka kotak suara Pemilihan Presiden (Pilpres), Juli lalu untuk mengambil formulir C1 hologram yang akan di bawa ke Mahkamah Konstitusi (MK), untuk persidangan gugatan M oleh pasangan Prabowo- Hatta yang menggugat KPU RI.

“Sudah selesai, ada 951 kotak suara yang kita buka.  Kita hanya mengambil sampelnya saja. Bukti-bukti formulir C1 hologram yang kita ambil tersebut, akan dibawa langsung pihak KPU kabupaten dan kota dan ada dititipkan ke KPU Sumsel,” kata Ketua KPU Sumsel, Aspahani ketika dihubungi, Minggu (10/8).

“Tetapi kita belum tahu, sidangnya kapan untuk Sumsel. Namun besok, semua alat bukti harus dilengkapi sesuai dengan instruksi KPU RI. Kita yakin, rekapitulasi suara untuk Sumsel tidak akan ada masalah. Sebab, sebelumnya tidak ada keberatan dari saksi dua pasangan capres saat rekapitulasi tingkat provinsi sebelumnya,” terang Aspahani.

Aspahani menerangkan, sebelumnya dalam gugatan yang diajukan pasangan Prabowo-Hatta di MK, tidak ada persoalan di Sumsel. Namun, ada perbaikan pertama yang menyebutkan bahwa Sumsel diminta untuk menyiapkan data terkait dengan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb), ada yang tidak sinkron dengan data penggugat.

Adapun dari hasil perbaikan tersebut di Sumsel, terdapat 951 TPS hasilnya tidak sesuai dengan data yang dimikili oleh Tim Prabowo-Hatta berkaitan dengan DPKTb tersebut.

“Menurut mereka ketidak sinkronan antara jumlah pemilih dengan total surat suara sah dan tidak sah yang terjadi di 751 TPS. Tetapi secara umum, dari jumlah itu tergabung dalam 951 TPS yang tersebar di seluruh kabupaten/kota,” ungkap Aspahani.

Sekretaris KPU Sumsel, HM Daud HN menambahkan, dari 951 TPS yang dibuka kotak suaranya , formulir C1 hologram yang diambil hanya sampelnya saja. “Tidak seluruhnya di ambil, sampel itu maksudnya seluruh kabupaten dan kota tetapi diambil batas 10  formulir C1 hologram dan sudah di bawa ke Jakarta,” terangnya.

Sementara itu Ketua KPU Palembang, Syarifuddin dibincangi terpisah menyebut, untuk gugatan pasangan Prabowo-Hatta yang ada di Kota Palembang, berkaitan dengan DPKTb yang tersebar di 275 TPS di seluruh kecamatan di Kota Palembang.  “Adapun jumlah pemilih yang tidak sesuai dengan surat suara sah dan tidak sah terjadi di 267 TPS, hanya saja saya tidak hafal berapa jumlah angka secara rinci,” tukasnya.

 

TEKS         : DICKY WAHYUDI

EDITOR       : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *