DR Isnaini : Jangan Biarkan ISIS Masuk Sekolah

Ilustrasi.

Ilustrasi.

PALEMBANG – Akademisi IAIN Raden Fatah Palembang, DR Isnaini, M.Si, mengatakan, agar masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan doktrin Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Ia mengaku khawatir doktrin tersebut bisa masuk ke lingkungan sekolah terutama sekolah yang berbasis Agama Islam. Untuk itu, Isnaini menyebutkan mengajak kepada praktisi pendidikan di Sumatera Selatan (Sumsel), agar ikut mencegah kemungkinan masuknya paham ISIS ke para pelajar, santri, maupun mahasiswa.

“Kesimpulanya ISIS tidak boleh. Oleh sebab itu, setiap lembaga pendidikan termasuk di tingkat SMA harus melakukan sosialisasi dan pengawasan kepada pelajar dan juga masyarakat khususnya pelajar aliyah yang berada di bawah bendera Kemenag,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menilai kelompok-kelompok pengajian juga sangat rawan diselipi materi tentang ISIS. “Jangan sampai diselipi adanya paham ISIS, kalau mau mengikuti kelompok pengajian yang benar-benar sudah jelas,” ungkapnya.

Menurut Isnaini, paham ISIS sendiri bisa mengancam kondusifitas Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan ini bertujuan untuk memecah belah umat. “Selama ini yang diberitakan oleh media, ISIS ini sebuah pergerakan seperti al-qaeda atau apa? yang jelas penyebaran paham ISIS ini sudah dilarang pemerintah, dan kita bertugas untuk ikut mensosialisasikannya kepada masyarakat, dan kalangan pelajar,” terangnya.

Di lain pihak, Isnaini mengatakan agar para agamawan khususnya para da’i, agar tidak mudah terpancing dengan informasi yang belum jelas tersebut. “Jangan sampai ini masuk ke ranah agama, sehingga memecah belah umat islam dan bangsa indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Aktifis Ikatan Da’i Lawang Kidul Kabupaten Muaraenim, M.Makki Kamil, M.Pd.I, menyebutkan ISIS tidak sesuai dengan kaidah ajaran Islam yang cinta damai. Makki menyebutkan, pihaknya sudah mendengar informasi ISIS melalui media dan beberapa sumber yang diajak dialog khusus tentang ISIS. Bahkan, IKDL dalam pertemuan informal, juga tersebut, melihat rekaman video anggota ISIS yang melakukan kekerasan dan pembunuhan. “Sedangkan kekerasan apalagi sampai membunuh, sudah jelas dilarang dalam ajaran Islam, maka itu tidak boleh,” katanya.

Dijelaskan Makki, keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah merupakan harga mati dan menjadi cita-cita para pendahulu bangsa Indonesia. “NKRI itu sudah final, harus diingat bahwa negara kita ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, ini sudah ada dalam Undang-Undangnya dan negara juga mendukung dan menjamin kebebasan umat beragama di Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat agar jangan mudah terpengaruh dan terpancing dengan paham-paham di luar kaidah Islam. “Jadi karena kaidahnya sudah tidak benar, ISIS dilarang masuk ke Indonesia, termasuk di kalangan sekolah,” ujarnya.

 

TEKS      : SISWANTO/AHMAD MAULANA

EDITOR    : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *