Bupati OI Panen Raya Padi Rawa Lebak

Bupati OI, H.Mawardi Yahya, serta undangan, sebelum melakukan panen raya | Dok KS

Bupati OI, H.Mawardi Yahya, serta undangan, sebelum melakukan panen raya | Dok KS

SUNGAI LEBUNG – Bupati Kabupaten Ogan Ilir (OI), H. Mawardi Yahya bersama Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Sumsel, Taufik Sumawan, Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat serta undangan melakukan Panen Raya Padi Rawa Lebak di Desa Sungai Lebung, Kecamatan Pemulutan Selatan, Jumat (8/8), kemarin.

Panen raya tersebut hasil kerja sama Pemkab OI dan berbagai pihak. Hasilnya, padi varietas bibit  unggul dipanen dengan menghasilkan padi gabah kering 7 ton dalam satu hektarnya.

Hasil tersebut jauh dari sebelumnya yang hanya menghasilkan 2,5 ton setiap hektar. Kabupaten OI sendiri berada di peringkat enam sebagai kabupaten penyumbang dan penghasil padi di Sumatera Selatan.

Bupati OI, H. Mawardi Yahya dalam kesempatan itu mengatakan, secara umum, 65 persen masyarakat Ogan Ilir hidup pada bidang pertanian, khususnya pada area persawahan. “Terlebih lagi untuk di wilayah Kecamatan Pemulutan Selatan, di mana masyarakatnya menggantungkan hidupnya  pada sektor pertanian,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Bupati, Pemkab OI bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan dan PT Pusri untuk melakukan peningkatan hasil pendapatan para petani khususnya para petani persawahan.

“Alhamdulillah, kerjasama ini ternyata berhasil dengan baik, karena terbukti pada masa tanam seratus hari, padi varietas bibit  unggul sudah bisa dipanen dengan menghasilkan padi gabah kering 7 ton dalam satu hektar. Selama ini hanya bisa memanen 2,5 ton per hektarnya,” tuturnya.

Meski demikian, sambung bupati, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemkab OI OI telah berusaha meningkatkan fasilitas pendidikan, kesehatan termasuk juga pelayanannya kepada masyarakat agar masyarakat OI menjadi pintar, sehat dan sejahtera.

Sebelumnya, Kepala  Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Sumsel, Ir. Taufik Sumawan, M.Si mengatakan,  Sumatera Selatan merupakan provinsi penunjang pangan padi nomor 6 di Indonesia. Pada tahun 2014, Sumsel sudah menghasilkan 3,9 juta ton gabah kering.

“Untuk OI sendiri juga berada di peringkat enam sebagai kabupaten penyumbang dan penghasil padi di Sumsel,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini menjadi acuan, dengan diterapkannya pola benih dan pupuk yang disubsidi dari PT PUSRI dengan harapan produksi padi dari Kabupaten OI meningkat lagi. “Terbukti dengan masa tanam seratus hari sudah bisa dipanen dengan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, I Wayan Sadia, Kepala Penjualan PT PUSRI unit Sumsel menambahkan, dengan memakai bibit benih Ciherang lebel ungu dan pupuk Demontrasi Farm, terbukti bisa menghasilkan padi gabah kering dalam satu hektarnya 7 hingga 7,8 ton.

“Rekomendasi Pusri telah diterapkan di dua kecamatan, yaitu 5 hektar  di Desa Sungai Lebung Kecamatan Pemulutan Selatan dan  lima hektar di Desa Ulak Kembahang Kecamatan Lubuk kelihat. Hasilnyapun maksimal,” bebernya.

Selanjutnya, rombongan bupati, menuju lokasi persawahan untuk melakukan panen raya padi rawa lebak di atas satu hektar yang menghasilkan 7 ton padi.

Di sela-sela acara panen raya, Kepala Dinas Pertanian Ogan Ilir, Wawan Wiguna, mengatakan, nantinya penerapan bibit unggul dan pupuk dari PT Pusri ini juga akan diterapkan di tempat lainya di Kabupaten OI, agar hasil panen yang berlimpah juga dirasakan petani lainnya di OI.

Acara panen raya padi rawa lebak ini dihadiri unsur muspida OI, seluruh kepala dinas, kepala badan dan kepala bagian pemkab OI. (ADV)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *