Angin kecang dan hujan, Cuaca Palembang Masih Normal

bmkgPALEMBANG – Angin kecang dan hujan yang mengguyur Kota Palembang beberapa hari terakhir yang tidak merata, menimbulkan ke khawatiran warga terhadap cuaca buruk yang dapat melanda di akhir musim kemarau.

Namun menurut Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan informasi Badan Meteorologi, Badan meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang, Agus Santosa, cuaca yang berubah-ubah dengan dominasi hujan berintensitas rendah belum menandakan peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Cuaca saat ini pun jelasnya, tidak ekstrim.

“Berdasarkan prediksi dan pantauan kami, cuaca di sekitar Sumsel masih terbilang normal. Memang terkadang hujan disertai angin kencang turun secara tiba-tiba, tetapi tetap normal,” kata Agus, Minggu (10/8).

Agus menjelaskan, perubahan cuaca yang tidak menentu di musim kemarau sudah biasa terjadi. Karena sebutnya, di Agustus ini tekanan angin dari arah tenggara memasuki wilayah Sumsel mengalami peningkatan.  BMKG memprediksi, kecepatan angin bisa mencapai diatas 20 knot.

Katanya, tingginya tiupan kecepatan angin ini yang perlu di waspadai masyarakat. Karena seperti diketahui normalnya tiupan angin hanya berkisar 5-10 knot.  “Tidak begitu ekstrim, yang jelas Palembang akan tetap di selimuti hujan dengan intensitas rendah sampai intensitas tinggi dan masih akan terjadi dalam beberapa hari kedepan,” bebernya.

Agus menyebutkan, cuaca di kawasan Sumsel saat ini masih terpantau aman. Sehingga tidak begitu mempengaruhi bagi para pengguna moda transportasi baik angkutan air maupun udara. “Tetapi, masyarakat harus tetap berhati-hati,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Hubungan Laut (hubla) angkutan sungai dan penyeberangan (ASDP), Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, Syarfuddin mengatakan, sejauh ini kondisi angkutan perairan di Palembang atau pun Sumsel masih normal.

“Sejauh ini belum ada laporan atas keluhan ataupun kendala yang terjadi akibat perubahan cuaca oleh pengguna jasa angkutan tersebut. Kami belum mengambil tindakan apapun terkait dengan kondisi cuaca saat ini,” ujarnya.

Syarfuddin mengaku, prediksi BMKG yang menyebut wilayah Sumsel rentan akan terjangan angin kencang memang cukup membahayakan bagi transportasi perairan. Namun, pihaknya belum dapat mengeluarkan larangan sementara aktivitas penyeberangan dari Palembang maupun luar perairan Sumsel.

“Karena cuaca terbilang fluktuatif, untuk tempo tertentu justru terlihat baik sehingga aman untuk dilalui. Keputusan tersebut akan kami berlakukan jika memang kondisi cuaca sedang tidak kondusif seperti badai ataupun ombak besar,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *