Tuding Besar-Besarkan ISIS, MUI Sumsel Salahkan Media

Militan ISIS | Foto : Nbcnews.com

Militan ISIS | Foto : Nbcnews.com

PALEMBANG – Islam State of Irak and Suriah (ISIS), kini menjadi perhatian khusus oleh pemerintah Indonesia. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan, instruksi mengantisipasi berkembangnya gerakan gerakan radikal yang berbasis di Irak tersebut.

Namun  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel menuding mencuatnya ISIS tersebut, adalah kesalahan media. Media menurut Ketua MUI Sumsel, H Sodikun,  terlalu menggunakan bahasa provokatif sehingga mendiskreditkan ISIS.

Dalam rapat koordinasi bersama tokoh lintas agama di Kantor Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sumsel, Sodikun mengimbau agar masyarakat menghadapi masalah ISIS ini, tidak dengan emosi. Menurutnya, ISIS lahir dari instabilitas politik.

“Jika kita melihat berita, maka kita tidak pernah mendapatkan kebenaran. Karena media itu punya interest tersendiri dan memiliki ideologi profit,” sebutnya dalam rapat tersebut, kemarin.

Seharusnya untuk menelaah sebaran ISIS ini, harus dilakukan diskusi lebih mendalam antar sesama umat Islam, tanpa harus mendengarkan isu-isu yang berasal dari media. “Harus berhati-hati memahami isu itu. Guru saya pernah berkata, jika sekali percaya media, berkali kali (kita) akan dibohongi. Makanya kita harus kritis, ” tegasnya.

Ia mencontohkan ada semua media di Amerika Serikat yang dulu sangat militan dan independent,  untuk menyampaikan informasi namun saat ini tidak lagi. Seharusnya media sebutnya, menjadi duta penyampai amanah dan memberikan kecerahan. “Tetapi media memiliki ideologi profit, agar mereka bisa bertahan hidup,” ujarnya.

Menurutnya persoalan ISIS, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan apalagi melibatkan unsur lintas agama. “Inikan persoalan dapur Islam, jadi tak perlu melibatkan lintas agama,” imbuhnya.

Namun pendapat berbeda disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumsel, Tohlon Abdul Rauf. Menurutnya, permasalahan ISIS membuat masyarakat Indonesia dan Sumsel khususnya,  wajib waspada dan siaga.  “Ini bukan hanya persoalan umat Islam saja, karena mengancam perpecahan suatu banga. Makanya harus melibatkan seluruh umat beragama, dalam menangkalnya,” ujarnya.

PWI dan IJTI Sesalkan MUI

Ditempat berbeda, pernyataan Ketua MUI Sumsel yang mendeskreditkan media dalam persoalan ISIS, ditanggapi keras oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesai (IJTI) Sumsel.

“Informasi yang disampaikan media terhadap isu ISIS, tidak memiliki kepentingan apapun kecuali menyampaikan informasi ke masyarakat agar tidak teracuni dengan paham yang disebabkan ISIS. Harusnya kami bertanya balik, apa kepentingan Ketua MUI dibalik ISIS, ” kata Ketua PWI Sumsel, Oktaf Riadi.

Hal senada juga dilontarkan oleh Ketua IJTI Sumsel, Ardiansyah Nugraha. Ia menyesalkan pernyataan Ketua MUI Sumsel yang menuding media tidak netral dan provokatif.  Karena menurutnya posisi media netral dalam pemberitaan, serta tidak ada upaya untuk memprovokasi masyarakat terhadap isu ISIS tersebut, ” Kami minta ketua MUI Sumsel minta maaf atas stetment, yang telah dikeluarkannya, ” tukasnya.

 

TEKS        : IMAM MAHFUZ/ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *