TKS PU BM Keluhankan Setengah Tahun Tak Diberi Insentif

proyek

Ilustrasi | Dok KS

KAYUAGUNG – Puluhan tenaga kerja sukarela (TKS) di Dinas PU Bina Marga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengeluhkan permasalahan mereka lantaran selama setengah tahun tak diberikan insentif oleh pihak dinas terkait. Sementara setiap hari mereka dengan sukarela masuk bekerja membantu berbagai pekerjaan yang ada di dinas tersebut.

Hal ini terungkap ketika salah seorang TKS Dinas PU BM, yang namanya takut disebutkan, dia  menceritakan tentang insentif yang tak dibayarkan itu.

“Kami memang TKS, yang statusnya tenaga sukarela, namun kami juga punya keluarga. Masa kerja tidak mau digaji, sementara di dinas lain walaupun jumlahnya sedikit, namun ada insentif kisaran Rp150 per bulan. Kan lumayan kalau dikalikan selama enam bulan,” ungkapnya.

Dikonfirmasi pihak Dinas PU BM, terkait hal ini seolah tertutup tentang adanya permasalahan ini. Wartawan yang mencoba untuk meminta keterangan dari pihak instansi tersebut, tidak diperkenakan untuk masuk oleh Sat Pol PP yang sedang jaga.

“Semua orang yang ingin Anda temui sedang tidak ada di ruangan,” ujar Sat Pol PP tersebut.

Sementara, mencoba memasuki pintu belakang, wartawan berhasil menemui sejumlah TKS yang sedang sibuk bekerja mempotokopi sejumlah berkas. Ketika ditanya tentang hal itu, sejumlah TKS sepertinya kompak menjawab.

“Kami TKS memang tidak digaji, jadi tidak menuntut untuk digaji,” kata salah seorang TKS.

Merasa penasaran TKS tersebut bertanya balik. Memang informasi tentang TKS belum dibayar siapa yang bilang? tanya salah seorang TKS. Seraya berkata untuk apa lapor segala memang yang bersangkutan tidak pernah tahu janji apa.
Adapun lantaran mencoba mencari mencari informasi terkait tak dibayarkan insentif TKS melalui pintu belakag Sat Pol PP tersebut mencoba menegur wartawan.

“Kamu tadi masuk dari belakang kan, tahu dak aku keno marah gara-gara itu. Sekali lagi jangan kau masuk lagi ye,” ujarnya memperingatkan.

Terpisah menurut Sarifudin Gusar, salah satu anggota LSM Bumi Hijau Nusantara, mengatakan, disetiap dinas TKS ada anggarannya walaupun tidak besar. Yakni berkisar Rp150 sampai Rp 250 ribu per bulan.

“Lagian siapa yang mau bekerja setiap hari dan bertahun-tahun bisa bertahan walaupun statusnya TKS kalau sedikitpun tidak ada penghasilan, baik dari insentif yang dibayarkan perbulan, maupun penghasilan lainnya, mendingan berhenti saja, logikanya,” tandasnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *