Pengecatan Ampera Bermasalah, Biaya Terlalu Mahal dan tak Sesuai Prosedur

Beberapa Pekerja sedang Mengerjakan Proyek Pengecatan Jembatan Ampera | Foto : Bagus Park

Beberapa Pekerja sedang Mengerjakan Proyek Pengecatan Jembatan Ampera | Foto : Bagus Park

PALEMBANG – Jembatan Ampera, kini tidak lagi terlalu kusam dibandingkan sebelumnya. Jembatan kebanggan masyarakat Palembang itu, baru saja selesai dicat ulang. Namun dari pengecatan ulang itu, ternyata berakhir dengan masalah.

Pasalnya, dana yang dihabiskan untuk pengecatan jembatan yang dibangun dari harta rampasan perang Jepang itu terlalu besar. Konsultan ahli menyebut, biaya Rp 12 miliar yang dihabiskan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional III Dirjen Bina Marga Kementrian PU tersebut, terlalu mahal.

“Selain itu, pengerjaannya diduga tidak melalui prosedur teknis yang sebenarnya. Pengamatan saya, selama proses pengerjaan pengecatan yang baru dilaksanakan Juli lalu, tidak ada proses pembersihan permukaan lapisan baja,” kritik salah satu konsultan ahli, Feri Kurniawan, Jumat (8/8).

“Umumnya, pada lapisan cat yang sudah tua karena elastisitas berkurang, perlu dilakukan pengelupasan atau pengerokan pada karat agar tidak terjadi penggelembungan, perubahan warna serta retak pada permukaan cat baru,” terangnya.

Feri menyebut, akibat perencanaan yang kurang matang itu, menyebabkan pelaksanaan pekerjaan mengesampingkan hal-hal yang sesuai dengan prosedur standar. Sehingga dari hasil yang dikerjakan, telah terjadi korosi terhadap beberapa permukaan yang baru di cat. Padahal sebutnya, umur cat yang dikerjakan sesuai dengan prosedur seharusnya dapat mencapai 15-20 tahun.

“Dengan nilai kontrak yang sangat besar tersebut, prosedur standar pengecatan seperti pembersihan lapisan permukaan yang akan di cat dan lapisan penutup dengan ketebalan minimal 200 micron. Tetapi yang kita lihat, terjadi korosi. Harusnya jika ada pembersihan lapisan permukaan, itu tidak terjadi,” bebernya.

Namun, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kota Metropolitan Palembang BBPJN III, Ahmad Taruna Jaya, menampik hal itu. Menurutnya, perencanaan terhadap proyek pekerjaan pengecatan Jembatan Ampera sudah sesuai prosedur.

Ia mengatakan, dalam melakukan pengecetan pihaknya menggunakan cat sesuai dengan mutu gavanis yang sudah diatur dalam spesifikasi umum tahun 2010, Direktorat Jenderal (Dirjen) Binas Marga Kementrian PU sehingga dapat melindungi material dari pengeroposan yang diakibatkan karat.

“Beberapa proses pengecatan jika diperlukan, kami lakukan melalui tahapan-tahapan seperti pengelupalasan, Sunblasting, serta untuk tempat-tempat tertentu yang kroposnya sudah parah, dilakukan penggantian daging dengan menggunakan material serta ukuran yang sama sesuai prosedur yang diatur,” kilahnya.

Sedangkan untuk anggaran yang dianggap terlalu mahal untuk pekerjaan pengecatan jemabatan Ampera, memang kata dia, terlalu besar. Namun, besarnya anggaran yang digunakan, sesuai dengan bahan yang digunakan. Seperti pemakaian cat khusus, serta cat warna khusus.

“Kamu meminta spesifikasi khusus, yang dipakai pada menara Jembatan Ampera, serta pagar-pagar yang terdapat pada sisi jembatan. Sehingga, dengan menggunakan material dengan spesifikasi khusus, umur cat jembatan bisa lebih tahan lama,” bebernya.

Taruna berharap, jika ada pihak yang memiliki informasi mengenai standar pengecatan yang dianggap tidak sesuai dengan prosedur teknis, serta ketebalan yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan Dirjen Bina Marga, pihaknya membuka diri terhadap informasi seperti itu. “Silakan laporkan, jika ada yang memiliki informasi mengenai pengerjaan pengecatan jembatan Ampera,” tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *