Duh, Siswa Harus Belajar di Lantai

Ilustrasi | Bagus Park

Ilustrasi | Bagus Park

EMPAT LAWANG – Disaat pendidikan digembar-gemborkan menjadi prioritas pemerintah, ironisnya masih ada siswa yang harus belajar di lantai akibat tidak adanya meubeler. Kondisi memprihatinkan ini, dialami oleh siswa di SMP Negeri Talang Padang, Kabupaten Empat Lawang.

Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, ada lima ruang belajar di SMPN tersebut yang tidak memiliki meubeler. Sehingga mau tidak mau, siswa yang menempati ruangan tersebut harus belajar dengan beralaskan lantai.

“Ya, ada sekitar lima lokal di SMP itu yang tidak memiliki meubeler. Saya kasihan melihat anak-anak, harus belajar di lantai,” kata YN (40), salah satu orang tua siswa di SMPN Talang Padang yang dibincangi Kabar Sumatera, Jumat (8/8).

Kondisi memprihatinkan tersebut sebut YN, dikarenakan kepala sekolah (kepsek) terlalu memaksakan menerima siswa melebihi fasilitas yang dimiliki. Sekolah tersebut terang YN, pada Penerimaan Siswa Baru (PSB) lalu, tidak membatasi jumlah siswa yang diterima.

Berapapun siswa yang mendaftar terang YN, diterima. Sehingga jumlah siswa membludak. Padahal sebutnya, meja dan kondisi sekolah itu timpang. Kondisi itu jelas YN, tidak hanya di satu sekolah tetapi dua sekolah di Kecamatan Talang Padang. “Di sekolah lain, ada empat ruang belajar yang tidak meubeler,” sebutnya.

Ia berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Empat Lawang, benar-benar memonitor sekolah-sekolah yang yang dibilang jauh dari jangkauan kedinasan. Sebab sebutnya, di daerah itu terkadang banyak oknum kepsek ataupun guru, bertindak sewenang-wenang.

Bahkan ungkapnya, terkadang timbul dalam benak meraka itu lebih memilih ditempatkan di daerah sebab luar jangkauan dinas pendidikan sehingga seenaknya saja dalam bersikap. “Kita pernah ngobrol dengan oknum kepsek, dia malah senang ditempatkan di Pendopo dan daerah lainnya agar jauh dari pengawasan dinas,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Empat Lawang, Agusni Effendi yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sanpras), Evansyah Muda, mengakui kekurangan meubeler.

Bahkan terangnya ada SMPN di Kecamatan Talang Padang, yang belum memiliki meubeler walau pun sudah ada bangunannya. Namun menurutnya, tahun ini sudah ada solusi dari Disdik untuk mengatasi persoalan tersebut.  “Rencananya,  meubeler di SMPN 1 Unggulan Tebing Tinggi akan dihibahkan ke sekolah-sekolah yang kekurangan meubeler,” tukasnya.

 

TEKS      : SAUKANI

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *