Waspada, Wabah Muntaber Merebak !

Ilustrasi Bakteri | Dok KS

Ilustrasi Bakteri | Dok KS

EMPAT LAWANG – Musim pancaroba berdampak merebaknya penyakit menular. Muntaber salahsatunya, kini menyerang warga Kabupaten Empat Lawang, dalam satu bulan terakhir. Tentu kewaspadaan warga harus ditingkatkan, sebab penyakit yang tergolong sangat berbahaya seperti Muntaber bisa mengakibatkan kematian.

Seperti dialami Rustati (52) . Ibu rumah tangga ini , dilarikan  ke RSUD Empat Lawang, Kamis (7/8) sekitar pukul 03.00 WIB. Diduga ia menderita muntaber, dengan gejala muntah-muntah dan selalu buang air bersar. “Agar tidak kekurangan cairan, pasien kita infus dan diberi obat,” ucap salah satu perawat RSUD Empat Lawang, kemarin.

Safran (53), suami pasien mengaku, awalnya kondosi fisik istrinya melemah, selalu muntah dan buang air besar. Karena khawatir semakin parah, terpaksa dilarikan ke RSUD. “Spontan saja, semalam tidak ada gejala sama sekali. Tapi saat terkena kondisi fisik istri saya sangat lemah,” akunya.

Nasib yang sama dialami JA (2), warga Desa Terusan Baru, Kecamatan Tebing Tinggi. Hanya saja, keluarganya tidak mengetahui gejala penyakit tersebut sehingga JA dianggap hanya terserang flu. Barulah beberapa hari kemudian, balita tersebut dibawa keluarganya ke RSUD.

“Kondisi anaknya sudah cukup lemah badan dengan cepat terlihat kurus. Sudah tiga hari barulah dibawa berobat atas saran keluarga,” ungkap Dhani (35), salah satu warga Desa Terusan Baru yang ikut mengantar JA dan keluarganya ke RSUD Empat Lawang.

Dikatakannya, penyakit ini mulai banyak menjangkit masyarakat dan menghantui masyarakat lainnya. Hal seperti ini tidak boleh dianggap sepele, karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian bila tidak segera ditanggapi.

“Cuaca saat ini juga buruk, kadang hujang kadang panas, sehingga banyak macam penyakit yang berkembang. Harapannya, instansi terkait bisa mengantisipasi penyebaran penyakit ini, agar tidak meluas ke tengah masyarakat,” katanya lagi.

Sementara itu Plt Direktur RSUD Empat Lawang, dr Dessy Yusmiati Taufik mengakui, saat ini berbagai penyakit mulai merebak. Salah satunya diare hingga muntaber, memang sudah ada beberapa pasien masuk RSUD dan juga pasien di tempat prakteknya positif muntaber.

Dijelaskan Dessy, muntaber bisa disebabkan oleh bakteri atau virus. Untuk menghindarinya, masyarakat sebaiknya tetap melaksakan prilaku hidup bersih dan sehat, yakni menjaga diri, lingkungan ataupun makanan yang akan dikonsumsi.  “Memang menular, bisa melalui bakteri atau virus. Cuci tangan bila habis kontak sama penderita muntaber cukup membantu mencegah penularan,” terangnya.

Gejala muntaber ? sebut Dessy, ditandai dengan muntah, diare dan bahkan demam yang disertai dengan dehidrasi. Awal gejala muntaber ditandai dengan rasa sakit dan kram pada perut.

Resiko terbesar pada muntaber dapat menyebabkan kematian bila penderita tidak segera ditolong.  Penderita muntaber tidak dianjurkan untuk memakan makanan yang pedas atau manis. “Bila ada masyarakat terkena gejala seperti ini segera dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan,” ucapnya.

Ditambahkannya, agar penderita muntaber segera diberikan minum secara teratur untuk menekan gejala dehidrasi. Minuman untuk penderita muntaber harus mempunyai kombinasi  cocok antara gula, garam dan air. “Minum air putih biasa tidak cukup untuk penderita muntaber. Karenanya, harus dikombinasi antara garam, gula dan air,” tukasnya.

 

TEKS       : SAUKANI

EDITOR      : DICKY WAHYUDI

Waspada, Wabah Muntaber Merebak !

EMPAT LAWANG | KS

Musim pancaroba berdampak merebaknya penyakit menular. Muntaber salahsatunya, kini menyerang warga Kabupaten Empat Lawang, dalam satu bulan terakhir. Tentu kewaspadaan warga harus ditingkatkan, sebab penyakit yang tergolong sangat berbahaya seperti Muntaber bisa mengakibatkan kematian.

Seperti dialami Rustati (52) . Ibu rumah tangga ini , dilarikan  ke RSUD Empat Lawang, Kamis (7/8) sekitar pukul 03.00 WIB. Diduga ia menderita muntaber, dengan gejala muntah-muntah dan selalu buang air bersar. “Agar tidak kekurangan cairan, pasien kita infus dan diberi obat,” ucap salah satu perawat RSUD Empat Lawang, kemarin.

Safran (53), suami pasien mengaku, awalnya kondosi fisik istrinya melemah, selalu muntah dan buang air besar. Karena khawatir semakin parah, terpaksa dilarikan ke RSUD. “Spontan saja, semalam tidak ada gejala sama sekali. Tapi saat terkena kondisi fisik istri saya sangat lemah,” akunya.

Nasib yang sama dialami JA (2), warga Desa Terusan Baru, Kecamatan Tebing Tinggi. Hanya saja, keluarganya tidak mengetahui gejala penyakit tersebut sehingga JA dianggap hanya terserang flu. Barulah beberapa hari kemudian, balita tersebut dibawa keluarganya ke RSUD.

“Kondisi anaknya sudah cukup lemah badan dengan cepat terlihat kurus. Sudah tiga hari barulah dibawa berobat atas saran keluarga,” ungkap Dhani (35), salah satu warga Desa Terusan Baru yang ikut mengantar JA dan keluarganya ke RSUD Empat Lawang.

Dikatakannya, penyakit ini mulai banyak menjangkit masyarakat dan menghantui masyarakat lainnya. Hal seperti ini tidak boleh dianggap sepele, karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian bila tidak segera ditanggapi.

“Cuaca saat ini juga buruk, kadang hujang kadang panas, sehingga banyak macam penyakit yang berkembang. Harapannya, instansi terkait bisa mengantisipasi penyebaran penyakit ini, agar tidak meluas ke tengah masyarakat,” katanya lagi.

Sementara itu Plt Direktur RSUD Empat Lawang, dr Dessy Yusmiati Taufik mengakui, saat ini berbagai penyakit mulai merebak. Salah satunya diare hingga muntaber, memang sudah ada beberapa pasien masuk RSUD dan juga pasien di tempat prakteknya positif muntaber.

Dijelaskan Dessy, muntaber bisa disebabkan oleh bakteri atau virus. Untuk menghindarinya, masyarakat sebaiknya tetap melaksakan prilaku hidup bersih dan sehat, yakni menjaga diri, lingkungan ataupun makanan yang akan dikonsumsi.  “Memang menular, bisa melalui bakteri atau virus. Cuci tangan bila habis kontak sama penderita muntaber cukup membantu mencegah penularan,” terangnya.

 

Gejala muntaber ? sebut Dessy, ditandai dengan muntah, diare dan bahkan demam yang disertai dengan dehidrasi. Awal gejala muntaber ditandai dengan rasa sakit dan kram pada perut.

Resiko terbesar pada muntaber dapat menyebabkan kematian bila penderita tidak segera ditolong.  Penderita muntaber tidak dianjurkan untuk memakan makanan yang pedas atau manis. “Bila ada masyarakat terkena gejala seperti ini segera dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan,” ucapnya.

Ditambahkannya, agar penderita muntaber segera diberikan minum secara teratur untuk menekan gejala dehidrasi. Minuman untuk penderita muntaber harus mempunyai kombinasi  cocok antara gula, garam dan air. “Minum air putih biasa tidak cukup untuk penderita muntaber. Karenanya, harus dikombinasi antara garam, gula dan air,” tukasnya.

TEKS              : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *