Rp 32 M Uang Negara Diselamatkan

ilustrasi

ilustrasi

PALEMBANG – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) dan jajaran, sepanjang tahun ini sudah melimpahkan 27 kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ke kejaksaan. Dengan kata lain, kasus-kasus dugaan korupsi itu sudah P-21. Dari 27 kasus itu, setidaknya uang negara yang berhasil diselamatkan dari tangan koruptor mencapai Rp 34 miliar.

Dugaan kasus Tipikor yang dilimpahkan Polda itu menurut Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, sudah melebih target yang ditetapkan oleh Mabes Polri. Mabes Polri menargetkan Polda Sumsel dan jajarannya tahun ini harus menyelesaikan setidaknya 20 kasus dugaan korupsi.

“Hingga enam bulan pertama 2014, kita sudah berhasil melebihi target dari Mabes Polri. Tentu ini menjadi prestasi untuk Polda Sumsel dan sejumlah polres di wilayah hukum Polda Sumsel,” kata Djarod, Kamis (7/8).

Dijelaskan Djarod, tugas Polri dikatakan selesai dalam menindak dugaan tipikor adalah dengan berhasil menyerahkan perkara itu pihak kejaksaan. Begitu berkas dan tersangka dugaan tipikor dinayatakan lengkap oleh kejaksaan, tugas Polri pun berakhir.

Meski sudah melebihi target, Polda Sumsel dan jajaran akan terus mengungkap dugaan tipikor. Buktinya, sampai saat ini, ada beberapa dugaan tipikor yang masih ditangani. Ada juga indikasi dugaan tipikor yang tengah didalami. “Kita juga akan mendata polres di Sumsel yang belum menyelesaikan dugaan tipikor. Pastinya akan dikenai teguran,” ucap Djarod.

Sementara untuk koruptor ungkap Djarod, Polda Sumsel dan jajaran sudah melimpahkan 28 koruptor. Koruptor yang dilimpahkan Polda Sumsel dan jajaran ada yang berstatuskan PNS, Sekda, hingga kepala dinas yang masih aktif.

Bahkan, mereka yang sudah tidak aktif lagi beberapa ikut terjerat setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Sebagian dari koruptor, informasinya, sudah ada yang sidang. Bahkan, ada juga yang sudah divonis,” terang Djarod.

Untuk saat ini, khusus untuk Polda Sumsel, masih ada beberapa dugaan tipikor yang masih didalami. Salah satunya dugaan tipikor dana setoran pajak 2012 di Samsat Palembang.  Dalam waktu dekat, Ditreskerimsus Polda Sumsel akan memeriksa Ir, sebagai tersangka.

Selain itu, Polda Sumsel juga masih akan melakukan pemeriksaan terhadap empat PNS Dinas Perkebunan Sumsel teerkait dugaan tipikor pengadaan bibit karet di Banyuasin. Ini merupakan perkara lanjutan yang sebelumnya sudah menarik mantan Kadisbun Sumsel, Singgih Himawan ke meja hijau.

“Kita juga masih menunggu informasi dari Kejati Sumsel terkait pelimpahan berkas atas nama Madian (dugaan tipikor Dinas Perkebunan Banyuasin) dan Sudierman (Kepala Dinas PU OKU Selatan). Jika keduanya dinyatakan lengkap, maka sudah 26 dugaan tipikor yang kita selesaikan,” tukasnya.

 

TEKS         : OSCAR RYZAL

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *