Eliza Alex : Lingkungan Bentuk Kepribadian Anak

Eliza Alex ( Istri Gubernur Sumsel ) | Foto : Ist

Eliza Alex ( Istri Gubernur Sumsel ) | Foto : Ist

PALEMBANG – Perkembangan anak-anak tak cuma menjadi perhatian para orang tua. Masyarakat umum seperti sekolah, teman bermain dan dunia usaha juga mendukung tumbuh kembang anak-anak. Perhatian terhadap perkembangan di masa dini dapat membentuk karakter dan kejiwaan pada anak.

“Lingkungan sebagai pembentuk karakter pada anak-anak, khususnya di usia sebelum enam tahun. Sebab di umur golden age itu, apa yang dialami anak-anak pada masa itu akan mudah terkenang diingatan mereka, sehingga membentuk karakter di usia mendatang,” kata Ketua TP PKK Sumsel, Eliza Alex yang dibincangi disela-sela acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Jakabaring Sport City (JSC), Kamis (7/8).

Eliza menerangkan, membentuk kepribadian anak seharusnya dilakukan sejak dini yaitu, mulai dari orangtua, sekolah hingga teman serta dunia usaha, membantu pembentukan karakter anak lewat proteksi yang dapat mempengaruhinya ke arah negatif. Penyadaran dan edukasi terhadap lingkungan utama dilakukan untuk menciptakan anak dengan karakter terbaik.

“Menanamkan kepribadian anak bukan melalui mereka saja tapi lingkungan. Itu yang harus ditekankan. Karena lingkungan lah yang berkompeten memberitahukan mana hal salah atau benar, sehingga menghindarkan anak-anak dari sikap atau hal buruk yang bisa saja terjadi pada mereka. Misalnya, melindungi mereka dari internet negatif dan sebagainya,” sebutnya.

“Dengan mengapresasi kreativitas anak-anak, kita sama dengan memotivasi mereka kembali untuk terus berlaku positif seperti itu. Tak cuma berkarakter tapi juga menjadi anak yang tangguh, taqwa dan mampu bersosialisasi dengan baik, mengingat ratusan anak berkumpul dari seluruh daerah se-Sumsel dalam perayaan HAN 2014,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Sumsel, Susna Sudarti menjelaskan, kreativitas dari lingkungan harus ditingkatkan untuk menentukan sikap atau pola asuh terbaik. Anak-anak katanya, akan bertumbuh dengan baik dari lingkungan kondusif yang terbentuk.

“Anak-anak akan merasa aman dan nyaman ketika lingkungan memberi jaminan atas hak mereka. Mendapat perlindungan tanpa kekerasan, kreativitas dan lingkungan yang kondusif. Ketika lingkungan yang baik dan benar telah terbentuk, maka anak-anak juga tumbuh dengan baik dan benar pula seperti yang diharapkan banyak orantua,” tukasnya.

Sebagai informasi, dalam perayaan HAN, kemarin berbagai lomba digelar mulai dari pakaian adat, ceramah agama dan lomba mewarnai. Beragam kegiatan juga diadakan semacam penampilan Tari Ballet oleh Yuliana Ballet School, penampilan anak SLB dan dongeng khusus anak.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *