Bupati OI Lantik 64 Pejabat Struktural

Bupati OI, H. Mawardi Yahya saat melantik 64 pejabat dilingkungan Pemkab Ogan Ilir | Foto : Dok KS

Bupati OI, H. Mawardi Yahya saat melantik 64 pejabat
dilingkungan Pemkab Ogan Ilir | Foto : Dok KS

INDRALAYA – Sebanyak 64 pejabat struktural Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) setingkat eselon II dan eselon III dilantik oleh Bupati OI, Ir H Mawardi Yahya, Kamis (7/8) bertempat di Aula Pemkab OI.

Perombakan terdiri dari 3 orang Staf Ahli, 5 orang disekretariat daerah dan sekretariat DPRD, 47 orang dilingkungan Dinas, Badan, Kantor, dan Inspektorat, 1 orang RSUD, dan 8 orang dari kecamatan.

Bupati OI H Mawardi Yahya mengaku jika perombakan pejabat struktural ini ditujukan demi meningkatkan kinerja para PNS di Lingkungan Pemkab OI sehingga pelayanan bagi masyarakat dapat lebih maksimal lagi.

“Jika ada yang berkeberatan atau tidak mampu mengemban tugas yang diamanahkan saya persilahkan untuk mengajukan surat secara tertulis ke BKD OI, pintu kami terbuka seluas-luasnya jika ada yang berkeberatan. Sekali lagi, ini untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara beberapa pejabat struktural yang dimutasi yakni Kabag Humas baru dijabat oleh Masulin Sayuti yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Perpustakaan menggantikan M Ridhon Latief yang mulai menjabat sebagai Inspektur Pembantu Wilayah II Inspektorat OI.  Assisten I H Herman menduduki Inspektur OI dan digantikan oleh H Wilson yang sebelumnya menjabat Kadisnakertrans, sedangkan Kadisnakertrans dijabat oleh H Aprizal Hasyim yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Umum dan Protokol OI.

Sementara itu, M Refli kini menjabat sebagai Kabag Umum, setelah sebelumnya menjabat sebagai Kasat PolPP dan Ibnu Hardi menjabat sebagai Kasat Pol PP.

Asisten II dijabat oleh Wilson Effendi menggantikan H Faisal yang menjabat sebagai Staf Ahli, sedangkan  Assisten III dijabat oleh H Kosasi setelah sebelumnya menjabat sebagai Kadinkes OI dan diisi oleh Hj Siska sebagai PLT Kadinkes OI dan lain-lain.

Kepala BKD OI H Darjis, mengatakan perombakan pejabat struktural ini seharusnya dilakukan pada bulan september lalu, namun karena terbitnya undang-undang ASN (aparatur sipil negara) peluangnya tertutup.

“Mutasi pejabat esselon II dan III ini merupakan hasil dari kualifikasi tim baperjakat yang diketuai oleh Sekda OI dengan hasil yang juga dalam pertimbangan bupati sesuai kinerja PNS selama ini. Maka dari itu kita siap jika ada yang merasa berkeberatan atau tidak mampu mengemban tugas yang diberikan dengan mengajukan penolakan secara tertulis, kami siap menindak lanjuti,” tukasnya.

Selaini itu, lanjut Darjis, tidak menutup kemungkinan perombakan akan terjadi lagi jika memang kinerja pejabat tidak sesuai yang diharapkan.

“Dalam jangka 3 bulan kedepan, kita lakukan penilaian terhadap para pejabat yang mengemban tugas baru dan dalam pantauan serta kajian kita,” tuturnya. (ADV)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *