Awas, Gadget Rekondisi Banyak Beredar

Ilustrasi Gadget | Dok KS

Ilustrasi Gadget | Dok KS

PALEMBANG – Hati-hati dalam membeli gadget mewah berharga murah. Pasalnya, jika tidak hati-hati sangat mungkin bakal tertipu. Saat ini banyak beredar gadget baru, namun rasa lama. Maksudnya, banyak  gadget mewah yang direkondisi, dengan menggunakan perangkat-perangkat rusak yang sudah di servis terlebih dahulu.

Gadget direkondisi tersebut, kini banyak beredar di Sumsel. Sejumlah warga Palembang yang dibincangi Kabar Sumatera, sudah merasakan pengalaman pahit tertipu membeli gadget mewah baru namun isi didalamnya adalah perangkat-perangkat rusak yang sudah di servis hanya karena tergiur dengan harga murah.

Salah satunya dialami Ridwan. Remaja yang tinggal di kawasan Alang-alang Lebar (AAL) ini mengaku, pernah tertipu saat salah satu temannya mengajak tukar tambah gadget. Kala itu, temannya mengajak menukarkan I-Phone Apple 5 dengan Blackberry Dacota miliknya.

Ridwan tertarik menerima tawaran itu, karena temannya tidak meminta sejumlah uang sebagai tambahan. “Gadget yang saya punya nilainya sekitar Rp 4 juta lebih, sementara gadget teman saya itu senilai Rp 10 juta. Dia menawari tukar tambah tanpa meminta sejumlah uang. Padahal, gadget miliknya jauh lebih mahal ketimbang milik saya,” kata Ridwan yang dibincangi, Kamis (7/8).

Selain masalah harga, tampilan gadget yang dimiliki teman Ridwan benar-benar tidak menunjukkan kalau gadget itu gadget yang sudah direkondisi. Tak hanya tampilan, saat Ridwan mencoba untuk menggunakannya, tidak ada perbedaan sama sekali dengan gadget sejenis yang asli. Sebab itu, Ridwan menerima tawaran temannya tersebut.

Satu bulan menggunakan gadget yang didapat dari proses tukar tambah dengan temannya, tidak ada keluhan yang dirasakan Ridwan. Ia lancar-lancar saja menggunakan gadget baru dan dengan bangga menunjukkannya kepada teman-teman. Dengan bangga, Ridwan berkoar mendapatkan gadget mewah itu dengan harga miring.

Kepuasan Ridwan akan gadget baru miliknya langsung berubah dengan kekecewaan, saat gadget itu tidak sengaja jatuh dari pegangannya. Gadget itu sudah tidak bisa lagi di charger dan dinyalakan seperti semula.

Ridwan lalu membawa gadget itu ke salah satu servis gadget di Palembang. Barulah ia mengetahui perangkat dari gadget mewah yang ia miliki, merupakan perangkat rusak yang diservis oleh pemilik terdahulu. “Mendengar itu, tentu saja saya kecewa. Saya sudah mencoba menghubungi teman saya, namun ia sudah sulit untuk dihubungi. Barulah saya sadar bahwa sudah ditipu,” kenang Ridwan.

Pengalaman tak jauh berbeda dialami oleh Bambang, warga Soak, Sukabangun II, Palembang.  Alumnus Fisip Universitas Sriwijaya (Unsri) ini, awalnya senang bukan kepalang bisa mendapatkan Blackberry dengan harga murah.

“Saya beli Blackberry tipe Gemini Curve 8520 dengan harga 1 juta an sudah termasuk ongkos kirim dari situs online, harga itu terbilang murah.  Karena harga resminya, sekitar 1,5 juta an,” ucap Bambang.

Blackberry tersebut dijual dengan harga murah karena disebut blackmarket (BM). Namun baru beberapa bulan memakainya terang bapak satu orang anak ini, kondisi smartphone miliknya itu sudah mengalami error.

“Kecewa juga, baru beberapa bulan pakai sudah error. Misalnya, saat saya mengetik huruf  i satu kali yang keluar justru huruf lainnya. Begitu juga dengan huruf lainnya, ini kan aneh. Tetapi bagaimana mau klaimnya,” terang Bambang.

Dari penelesuran yang dilakukan, wartawan koran ini berhasil menemukan salah satu warga yang pernah melakukan transaksi tukar tambah gadget dengan menggunakan gadget mewah yang direkondisi. Iwan, sebut saja demikian. Ia membeli gadget jenis I-Phone 5 merk Apple dari Batam. Ia beli gadget itu dengan harga Rp 2 juta, padahal harga normal di pasaran diatas Rp 9 juta. Iwan sebenarnya belum tahu, gadget yang akan ia beli merupakan gadget yang direkondisi.

“Saya menitip membelinya melalui teman yang berada di Batam. Teman saya hanya memberi tahu ada Apple 5 dengan harga murah tanpa memberi tahu gadget itu gadget rekondisi,” kata Iwan.

Tanpa pikir panjang, Iwan memesan Apple 5 kepada kawannya yang ada di Batam. Gadget itu dikirim teman Iwan melalui transportasi darat dan laut dan sampai di Palembang hanya dalam hitungan hari. Begitu gadget sudah dimiliki, Iwan mencoba memeriksa keaslian gadget itu ke ahli servis gadget kepercayaannya.

Dari sanalah Iwan baru mengetahui gadget itu gadget yang direkondisi. Bagian luar memang sama seperti gadget aslinya. Namun, perangkat gadget dipasangi dengan alat-alat yang sudah rusak dan diservis oleh pemiliknya.

Atas saran si servis gadget, Iwan memutuskan untuk menukar tambah gadgetnya dengan memasang harga yang murah. “Dalam waktu singkat, ada orang yang mau saya ajak tukar tambah. Saya berhasil mendapat gadget orisinal dengan bermodalkan gadget yang direkondisi,” ucap Iwan.

Dari penuturan Iwan, tak hanya gadget jenis I-phone yang direkondisi. Informasi yang ia dapat dari temannya, hampir seluruh gadget seperti ponsel maupun android, ada yang direkondisi. “Jika tidak diteliti secara saksama, gadget rekondisi ini cukup mampu menarik perhatian karena harga murah dan bentuk luar yang sama persis dengan aslinya,” tukasnya.

 

TEKS         : OSCAR RYZAL

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *