Silpa Capai Rp 100, 3 Miliar, Pemkot Diminta Lunasi Hutang SP2J

Ilustrasi Bus Trans Musi | Dok KS

Ilustrasi Bus Trans Musi | Dok KS

PALEMBANG – Penyerapan anggaran di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, mendapatkan kritik dari DPRD Kota Palembang. Pasalnya, penyerapan anggaran yang lemah sehingga angka sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) membengkak. Silpa tahun anggaran 2013 di Palembang, mencapai Rp 100, 3 miliar.

Tingginya angka silpa tersebut menurut Ketua DPRD Kota Palembang, Ahmad Novan dikarenakan SKPD tidak mengalokasikan anggaran sesuai dengan rencana kerja dan anggaran (RKA).

Harusnya SKPD kata Novan, jangan berlebihan. “Kalau sudah tahu tidak mampu menghabiskan anggaran, jangan minta anggaran besar. Kami dapati Silpa rata-rata SKPD sekitar 20 persen. Artinya masih ada anggaran yang belum dapat terserap maksimal,” kata Novan yang dibincangi  usai rapat paripurna DPRD Kota Palembang, Rabu (6/8).

Menurut Novan, ada beberapa SKPD yang menjadi sorotan utama dewan, karena dianggap memiliki silpa yang paling tinggi. Misalnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK) dengan silpa mencapai Rp 10,8 miliar, Dinas PU BM dan PSDA Rp 15,5 miliar dan Dinas Kebersihan Kota (DKK) sebesar Rp 14,4 miliar.

“Harus lebih diperhatikan dan dievaluasi kembali, agar tidak ada silpa lagi di tahun 2014 ini. Selain itu, dari pada terjadi silpa, sebaiknya SKPD koordinasi dengan SKPD lain yang memang membutuhkan anggaran besar. Jangan memaksakan kehendak,”imbuhnya.

Selain silpa, sambung Novan, pihaknya juga meminta Pemkot Palembang untuk dapat menyelesaikan sejumlah hutang jangka panjang yang berasal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J).

“Jumlahnya tidak terlalu besar, hanya sekitar puluhan miliar, untuk itu telah disarankan agar penggelolaan anggran pembiyaan yang berasal dari sisa anggaran tahun lalu dapat diprioritaskan untuk membayar hutang tersebut,” ulasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan, bahwa silpa tersebut berasal dari pengefesiensian anggaran yang dilakukan Pemkot Palembang tahun lalu. “Pemkot melakukan efisiensi belanja anggaran kepada setiap SKPD di tahun lalu, oleh karena itu di dapati silpa. Bukan berasal dari rencana kegiatan yang tidak terselesaikan,” kilahnya.

Tapi sambung Harnojoyo, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi kembali terhadap alokasi belanja di setiap SKPD untuk dapat memperbaikinya kembali di kemudian hari.  “Saya juga mengapresiasi dan berterimakasih kepada anggota DPRD yang telah memberikan sejumlah tanggapan positif atas hasil kerja Pemkot. Semoga kedepan akan dapat lebih baik lagi,” tukasnya.

 

TEKS          : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *